Lanjut chuchita, S.Pd., M.Sc mengungkapkan bawah hal tersebut juga dapat mencegah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sisa hasil pertanian yang tidak laku terjual. Hasil pertanian yang tidak laku terjual akan cenderung dibuang begitu saja, sehingga dalam proses pembusukkannya akan dapat mencemari air dan menghasilkan gas methana (CH4). Sehingga hal tersebut perlu dicari segera solusinya.
“Terong ungu juga memiliki kandungan gizi yang juga baik untuk kita konsumsi. Dalam 80 gram terong ungu mengandung 20 kalori, 1 gram protein, 5 gram karbohidrat, 3 gram serat, serta asam folat, kalium, mangan vitamin C, Vitamin K, zat besi, dan magnesium,” terangnya lagi.
Ia pun mengatakan bahwa para petani yang menjadi peserta dalam kegiatan ini tampak sangat senang dan antusias dalam mengkuti rangakaian pelatihan ini.
“Sebelumnya para petani di Keluarahan Habaring Hurung hanya pasrah dengan keadaan yang ada, dimana terong ungu sisa hasil pertanian yang tidak laku terjual hanya dibuang begitu saja atau diberikan sebagai pakan ternak. Tetapi dengan adanya pelatihan ini dapat menjadi salah satu jawaban yang solutif bagi permasalahan mereka saat ini,” imbuhnya.
Dirinya berharap, dengan adanya inovasi baru dengan mengubah bahan baku terong ungu yang tidak laku terjual menjadi dodol terong ungu yang sehat dan bergizi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam berwirausaha, sehingga dapat meningkatkan perekonomian mereka.
Ditempat yang sama, ketua kelompok tani Kelurahan Habaring Hurung, Rusali, S.Pd menyampaikan ucapan terima kasih atas pelatihan yang dilakukan oleh Tim PKM Prodi Kimia FMIPA Universitas Palangka Raya ini.
“Kami sangat senang dan terbantu dengan kegiatan ini. Kami berharap akan ada keberlanjutan kedepannya dari kegiatan pelatihan ini,” ujar ketua kelompok tani Kelurahan Habaring Hurung.
Rusali, S.Pd pun berharap dengan diadakannya kegiatan pelatihan ini dapat dikembangkan lebih lagi dengan olahan produk-produk lain yang dapat dikembangkan dengan bahan baku yang berlimpah di Kelurahan Habaring Hurung, sehingga juga dapat menjadi salah satu nilai tambah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi di masyarakat terkhususnya bagi para petani.
“Program pelatihan ini bukan hanya bermanfaat bagi para petani, namun juga berdampak bagi masyarakat luas di Kelurahan Habaring Hurung, dengan meningkatnya pengetahuan dan kreatifitas dalam berwirausaha,” ujarnya lagi.
Semoga kreatifitas petani di Kelurahan Habaring Hurung dapat menjadi contoh dan teladan yang dapat menjadi inspirasi oleh banyak daerah lain di Indonesia khususnya di Kalimantan Tengah. (CHU/ko)







