Kedua, Inkubator Pemimpin Bangsa. Dimana sekolah ini dirancang untuk menciptakan pemimpin masa depan. Sehingga dibangun sekolah dengan sistem asrama, siswa-siswi bisa dari Aceh, Papua, Jawa, Kalimantan, dan berbagai provinsi lain di Indonesia bisa bertemu, di satu tempat.
Pendidikan yang diberikan tidak hanya mencakup wawasan global, tetapi juga menanamkan kepekaan lokal. Siswa siswi akan didorong untuk memahami keragaman Indonesia, saling berinteraksi mengenal satu dengan yang lain, termasuk kesulitan dan keberhasilannya. Ketiga, prestasi akademik dan pengabdian masyarakat. Terkait ini siswa di sekolah Garuda tidak hanya dituntut untuk berprestasi akademik setinggi-tingginya, tetapi juga wajib mengabdi kepada masyarakat sekitar.
Pembangunan sekolah Garuda ini harus berada di luar kota besar, seperti misalnya di Katingan. Ini bertujuan agar siswa bisa berkontribusi langsung pada komunitas. Contoh konkretnya, Prof Stella melihat potensi Katingan dalam isu karbon capture, atau carbon storage. Dia berharap siswa Sekolah Garuda bisa memikirkan persoalan ini bersama masyarakat setempat. Sehingga mereka berkontribusi langsung pada peningkatan ekonomi lokal.
Sekolah Garuda juga memiliki visi dan misi untuk peningkatan perekonomian lokal secara langsung. Jika pembangunan sekolah Garuda terwujud di Katingan, tidak hanya akan memberikan manfaat pendidikan, tetapi juga dampak ekonomi. Prof Stella menjelaskan, seluruh stafnya akan direkrut dari Katingan. Ini akan membuka lapangan kerja baru, dan perekonomian baru. Kebutuhan hidup di asrama pun diharapkan bisa dipenuhi oleh masyarakat sekitar. “Bayangkan, akan ada orang tua yang datang dari seluruh Indonesia untuk mengunjungi anaknya. Ini akan membuat Katingan lebih dikenal,” ucap Prof Stella.
Selain itu dia mencontohkan cagar alam Punggung Alas di Katingan yang keindahan alamnya setara dengan Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, namun belum dikenal luas. Kehadiran sekolah Garuda diharapkan bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Sehingga menggerakkan roda ekonomi lokal.
Lebih jauh disampaikannya, seluruh pembiayaan program sekolah Garuda ini nanti datang dari pemerintah pusat, termasuk beasiswa. Nanti akan diberikan kepada 80 persen dari siswa siswinya mendapat beasiswa penuh.







