SAMPIT, Kaltengonline.com – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kotim, Andi Lala mengatakan, percepatan pembangunan infrastruktur di daerah tidak akan tercapai jika hanya mengandalkan dana pemerintah. Ia mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk bersama-sama membangun jalan, jembatan, serta infrastruktur penunjang lainnya.
Menurut Andi, infrastruktur yang memadai bukan hanya soal akses fisik, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang selama ini masih sulit dijangkau.
“Pembangunan adalah kebutuhan mendasar. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dengan pihak swasta perlu diperkuat. Dunia usaha harus ikut berperan aktif dalam membuka akses jalan, terutama di daerah yang menjadi wilayah operasional mereka,” ujar Andi Lala, Senin (10/11).
Selama ini, politisi asal daerah pemilihan V ini dikenal aktif mengawal berbagai program pembangunan, khususnya di Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean, yang menjadi salah satu kawasan strategis penghubung antara sentra perkebunan dan permukiman warga.
Andi menuturkan, sejumlah pembukaan jalan di wilayah tersebut berhasil diwujudkan berkat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan sekitar yang menunjukkan komitmen sosial terhadap masyarakat.
“Untuk membangun jalan dibutuhkan biaya besar. Namun di wilayah ini masih banyak pengusaha yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Mereka ikut membantu, baik melalui tenaga, alat berat, maupun dukungan material. Hasilnya, masyarakat kini bisa menikmati jalan yang lebih baik dan nyaman dilalui,” ungkap mantan kepala desa.
Menurut Andi, kemitraan antara pemerintah dan swasta semestinya tidak hanya berhenti pada tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi dikembangkan dalam bentuk kerja sama jangka panjang yang terarah dan berkesinambungan.
Ia menyebut, Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki lebih dari 50 perusahaan besar, terutama di sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan industri kehutanan, yang berpotensi besar dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur.
“Kalau sinergi ini dijalankan dengan baik, manfaatnya akan sangat terasa. Pemerintah terbantu dari sisi pembiayaan, perusahaan mendapatkan citra positif karena kontribusinya nyata, dan masyarakat merasakan langsung kemudahan akses. Ini bentuk pembangunan gotong royong yang sejalan dengan semangat kebersamaan,” tambahnya. (bah/ans/ko)







