Ketika Menteri Mukhtaruddin Pulang Kampung, Ibunda Menjadi Tujuan Pertama

oleh
oleh
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtaruddin saat kembali ke tanah kelahirannya di Pangkalan Bun

PANGKALAN BUN, kaltengonline.com — Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtaruddin kembali ke tanah kelahirannya di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (15/11) pagi. Pesawat yang ditumpanginya mendarat tepat pukul 07.00 WIB di Bandara Lanud Iskandar, disambut hangat oleh pejabat daerah, perwakilan TNI-Polri, dan tokoh masyarakat setempat.

Mewakili Bupati, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto hadir menyambut kedatangan sang menteri. Turut hadir pula tokoh masyarakat HM Ruslan AS. Kehadiran para tokoh ini membuat suasana penyambutan berlangsung penuh kedekatan, seolah menyambut seorang putra yang pulang setelah mengemban tugas negara.

Sesaat setelah turun dari pesawat, Mukhtaruddin menyapa satu per satu para tamu yang menunggunya. Ia tampak berbincang ringan dengan suasana yang cair, menunjukkan sikap ramah yang selama ini melekat pada dirinya. Tidak ada jarak, meski jabatan yang disandangnya kini berada di tingkat nasional.

Baca Juga:  Mak-Mak Belok Mendadak, Truk Tabrak Avanza di Depan SMPN 2 Madurejo

Namun, ramah tamah itu tidak berlangsung lama. Setelah memastikan seluruh penyambutnya terlayani, Mukhtaruddin segera bergegas menuju kediaman keluarganya. Tujuannya jelas: menjenguk ibunda tercinta yang menjadi prioritas utama dalam setiap kepulangannya ke Pangkalan Bun.

Menurut orang dekatnya, Menteri Mukhtaruddin memang selalu menempatkan orang tua pada posisi terpenting. “Beliau itu sangat taat dan hormat pada ibunya. Baru turun pesawat, beliau langsung minta diantar ke rumah untuk melihat kondisi ibunda,” ujar salah satu kerabat yang ikut mendampingi.

Kedatangan Mukhtaruddin ke Pangkalan Bun kali ini diperkirakan akan disertai agenda silaturahmi dan koordinasi dengan sejumlah pihak. Namun bagi masyarakat, langkah pertamanya yang langsung menuju rumah ibunda menjadi pesan sederhana namun kuat: bahwa setinggi apa pun jabatan seseorang, keluarga tetap menjadi tempat pulang paling utama.(bob)