MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Bupati Barito Utara Shalahuddin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat Barito Utara.
Shalahuddin menyoroti adanya perubahan paradigma dalam tugas tenaga kesehatan. Fokus mereka kini bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga mempertahankan status kesehatan masyarakat tetap optimal.
Perubahan pendekatan ini, menurutnya, sejalan dengan tema HKN tahun ini, yang mendorong transformasi layanan kesehatan dari kuratif menuju preventif dan promotif. Hal tersebut bertujuan menjaga produktivitas masyarakat dalam jangka panjang.
“Apresiasi diberikan kepada tenaga kesehatan yang berperan dalam peningkatan kesehatan masyarakat,” ucap Shalahuddin.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga memaparkan capaian program kesehatan gratis yang telah dijalankan bersama Wakil Bupati Felix, dengan realisasi mencapai 60–66 persen. Cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat pun telah mendekati 100 persen tanpa dikenakan biaya tambahan.
Ia menjelaskan bahwa sebagian kecil warga yang belum tercakup adalah mereka yang premi BPJS-nya dibayarkan oleh perusahaan tempat bekerja. Namun secara umum, hampir seluruh penduduk Barito Utara kini terlindungi jaminan kesehatan.
Tidak hanya sektor kesehatan, Pemkab Barito Utara juga terus mengupayakan pembangunan menyeluruh melalui program unggulan lainnya seperti pendidikan gratis serta pembangunan infrastruktur yang merata.
“Jika dulu dunia kesehatan fokus merawat orang sakit, sekarang bagaimana menjaga orang yang sudah sehat agar tetap sehat. HKN tahun ini memaknai hal tersebut,” tambahnya.
Dengan berbagai program tersebut, pemkab berharap kualitas pelayanan publik dapat terus meningkat, sehingga berkontribusi pada kesejahteraan dan kemajuan Barito Utara di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Pariadi menegaskan pemkab telah menyiapkan anggaran khusus pada tahun 2026 untuk mewujudkan layanan kesehatan gratis secara universal bagi seluruh masyarakat Barito Utara.
“Alhamdulillah, untuk 2026 kita sudah menyiapkan anggaran untuk pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara. Kita sudah universal,” jelasnya.
Saat ini, sekitar 80 persen masyarakat tidak mampu telah tercakup, namun masih ada sebagian yang belum terdaftar. Dinas Kesehatan akan melakukan pendataan ulang dan meningkatkan sosialisasi, terutama bagi warga yang belum terdata.
“Untuk yang belum terdaftar di tahun 2026, sejak awal sudah kita siapkan dengan menyisir sisa data terdahulu,” ujarnya.
Selain itu, pemerataan kualitas puskesmas juga menjadi fokus utama. Dua puskesmas, yakni Mampuak dan Ketapang, masih dalam proses peningkatan standar agar setara dengan standar nasional Kementerian Kesehatan.
“Target 2026, dua puskesmas tersebut akan kita penuhi standar nasional Kementerian Kesehatan,” pungkas Pariadi. (ren/ko)







