PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Rencana pembangunan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Tambun Bungai di Kalimantan Tengah (Kalteng) diharapkan membuka peluang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk mengikuti pendidikan dan bergabung sebagai prajurit TNI Angkatan Darat (AD).
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Leonard S. Ampung mengatakan, keberadaan Rindam di Kalimantan Tengah akan menjadi fasilitas strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertahanan sekaligus memberikan akses pendidikan militer yang lebih dekat bagi generasi muda daerah.
“Rindam itu seperti pusat pendidikan dan pelatihan calon prajurit TNI AD. Jika dibangun di Kalimantan Tengah, tentu peluang putra-putri daerah untuk menjadi anggota TNI akan semakin terbuka,” ujar Leonard saat diwawancarai, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, selama ini calon prajurit asal Kalimantan Tengah harus mengikuti pendidikan di luar daerah, yang membutuhkan biaya serta kesiapan lebih besar. Dengan hadirnya Rindam Tambun Bungai, proses pendidikan dan pelatihan dapat dilakukan lebih dekat dengan daerah asal.
Leonard menegaskan, pembangunan Rindam tidak hanya menyangkut kepentingan pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia Kalimantan Tengah.
Ia berharap pemerintah kabupaten dan kota se-Kalteng turut memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan tersebut. “Ini bukan hanya untuk provinsi, tetapi untuk seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Kita berharap dukungan bersama agar rencana ini bisa terwujud,” katanya.
Selain membuka akses pendidikan militer, kehadiran Rindam juga diyakini akan memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aktivitas pendidikan dan pelatihan diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan kawasan baru serta meningkatkan pergerakan ekonomi lokal.
Terkait lokasi pembangunan, Leonard menyebutkan masih dalam tahap pembahasan teknis bersama pihak Kodam. Salah satu pertimbangan utama adalah kebutuhan lahan yang cukup luas, yakni minimal sekitar 50 hektare, guna menunjang kegiatan pendidikan dan latihan.
Meski lokasi belum ditetapkan, Leonard mengungkapkan bahwa pembangunan Rindam
Tambun Bungai telah ditargetkan mulai mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah pada tahun ini. “Kami diminta memberikan dukungan dari pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota mulai tahun ini. Harapannya, rencana ini bisa segera berjalan,” pungkasnya.(ko)







