Air Bersih Kering, Jalan Berdebu: Reses DPRD Menyibak Keresahan Desa-Desa di Kotawaringin Lama

oleh
oleh

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Reses anggota DPRD Kotawaringin Barat daerah pemilihan II di Kecamatan Kotawaringin Lama menjadi ruang curhat warga Desa Ipuh Bangun Jaya dan Desa Palih Baru. Dua desa yang berdekatan dan berada di wilayah terluar kabupaten ini menyampaikan kegelisahan yang selama bertahun-tahun terasa tak beranjak: krisis air bersih, infrastruktur yang tertinggal, hingga persoalan administrasi yang berlarut.

Di Desa Ipuh Bangun Jaya, persoalan air bersih menjadi keluhan utama warga. Musim kemarau membuat kondisi kian memprihatinkan, karena warga kesulitan memperoleh air layak untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, minimnya penerangan jalan umum (PJU) menimbulkan rasa tidak aman, terutama pada malam hari saat truk-truk sawit melintas. Kondisi jalan utama desa pun belum sepenuhnya baik dan menyulitkan mobilitas warga.

Keluhan serupa datang dari Desa Palih Baru. Sebagai desa yang berada satu jalur dengan Ipuh Bangun Jaya, permasalahan yang dihadapi nyaris sama. Warga menyoroti belum tuntasnya tapal batas tiga kabupaten yang hingga kini menyisakan persoalan administratif. Dampaknya, Palih Baru yang merupakan desa eks-transmigrasi belum menikmati pendapatan dari plasma perusahaan sawit, sehingga pembangunan desa berjalan tersendat.

Ketua rombongan reses, Erry Eryansyah, Jumat (13/2), menyebutkan bahwa seluruh keluhan tersebut akan menjadi catatan penting DPRD. “Apa yang disampaikan masyarakat ini adalah kebutuhan dasar. Air bersih, jalan, penerangan, kesehatan, dan pendidikan tidak bisa ditunda. Ini akan kami bawa dan perjuangkan agar masuk dalam prioritas pembangunan daerah,” kata Erry saat berdialog dengan warga.

Baca Juga:  ADKASI Perkuat Sinergi dengan KPK, Dorong Pengawasan DPRD yang Lebih Efektif

Ia menjelaskan, rombongan reses terdiri dari tujuh anggota lintas fraksi, yakni Elkendri dari NasDem, Indrasani dari PKB, M. Wahyu Isro dan M. Toha dari Gerindra, Mirza dari PDIP, serta Rexy dari PAN. Menurut Erry, kehadiran lintas fraksi tersebut diharapkan memperkuat dorongan politik agar aspirasi warga desa di Kotawaringin Lama tidak berhenti sebagai catatan semata.

Selain keluhan yang telah disampaikan sebelumnya, warga Desa Ipuh Bangun Jaya juga mengusulkan pembangunan tower penampungan air beserta drainase di kawasan BUMDes, penambahan tenaga kesehatan, serta program bedah rumah bagi warga miskin. Sementara dari Palih Baru dan desa-desa satu jalur, warga meminta peningkatan jalan provinsi dari Desa Sagu hingga Simpang Kenawan yang rusak berat, perhatian pada gaji honorer guru sekolah ramah anak, serta perbaikan fasilitas pendidikan. Reses ini menjadi penanda bahwa di Kotawaringin Lama, harapan warga masih sederhana: kebutuhan dasar yang benar-benar hadir.(bob)