PALANGKA RAYA – Sebanyak 25 mahasiswa Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Universitas Palangka Raya (UPR) melaksanakan praktikum di Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Kamis (9/4).
Kegiatan ini didampingi dosen pengampu mata kuliah, Fandi K.P.A.. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kepala BKSDA Kalteng, Andi M. Kadhafi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai bagian dari ekosistem yang tersisa.
Ia menjelaskan, fungsi hutan terbagi menjadi hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi, serta penggunaan lainnya. Menurutnya, kawasan konservasi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan BKSDA diharapkan terus terjalin guna mendukung pembangunan ekonomi yang sejalan dengan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Selanjutnya, materi disampaikan oleh narasumber Ely Triana. Ia memaparkan bahwa penyelenggaraan konservasi sumber daya alam mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 dengan prinsip keberlanjutan.
Menurut Ely, tantangan dalam konservasi saat ini cukup kompleks, di antaranya pertumbuhan penduduk dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
BKSDA Kalteng sendiri memiliki tugas dalam pengelolaan kawasan konservasi, seperti cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam, hingga taman buru. Selain itu, lembaga ini juga berperan dalam pelestarian keanekaragaman hayati.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Suasana berlangsung interaktif, bahkan beberapa mahasiswa berhasil menjawab pertanyaan dari narasumber dan mendapatkan apresiasi.
Sebagai penutup, perwakilan mahasiswa menyerahkan plakat kepada pihak BKSDA Kalteng sebagai bentuk terima kasih.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya konservasi sumber daya alam serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.(bud)

