Tari Baigal Pecahkan Rekor MURI, 2.045 Anak PAUD Ikut Tampil

oleh
oleh
Bunda PAUD Kabupaten Lamandau, Norol Latifah (tengah), didampingi Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra (kanan) menerima penghargaan Rekor Muri, di kawasan Bundaran Rusa, Nanga Bulik, Senin (4/5).
Bunda PAUD Kabupaten Lamandau, Norol Latifah (tengah), didampingi Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra (kanan) menerima penghargaan Rekor Muri, di kawasan Bundaran Rusa, Nanga Bulik, Senin (4/5).

NANGA BULIK, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Lamandau mencetak sejarah dengan mencatatkan rekor MURI, melalui tarian tradisional Baigal yang melibatkan 2.045 peserta anak didik PAUD se-Kabupaten Lamandau, yang di Pusatkan di kawasan Bundaran Rusa, Nanga Bulik, Senin (4/5).

Selain menjadi kegiatan dengan peserta terbanyak, pemecahan rekor MURI ini, memiliki misi penting untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi penerus, sejak usia dini.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, dalam sambutannya menyampaikan, pendidikan merupakan kunci utama keberhasilan masa depan daerah.

“Ini adalah wujud nyata upaya kita dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal sekaligus mengembangkan potensi seni, kreativitas, dan kepercayaan diri sejak dini,” kata Rizky Aditya Putra.

Baca Juga:  Bupati Lamandau Motivasi Siswa, Siap Hadapi Era Industri 5.0

Rizky memberikan, apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya para pendidik PAUD, panitia, serta orang tua yang terus mendampingi tumbuh kembang anak.

Menurutnya, pendidikan PAUD yang berkualitas juga berperan penting dalam mencegah stunting melalui edukasi pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, dan stimulasi yang tepat bagi anak.

“Anak-anak yang sehat dan cerdas adalah aset bangsa yang berharga. Mari kita wujudkan PAUD berkualitas untuk generasi penerus yang lebih baik,” tegasnya.

Bupati berpesan, kepada seluruh anak-anak agar terus semangat belajar, bermain dengan riang, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. “Anak-anak adalah masa depan Kabupaten Lamandau dan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (lan/ko)