Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kenaikan harga BBM nonsubsidi kian terasa dampaknya di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Lonjakan harga energi tidak hanya memengaruhi sektor tertentu, tetapi merambat luas hingga ke aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari, terutama pada sektor pertanian dan distribusi logistik.
Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar, Sarwani, menyebut kondisi ini semakin menekan petani. Ia menilai, berbagai kebijakan yang ada belum sepenuhnya memberikan dampak nyata di lapangan, sehingga beban yang dirasakan petani justru semakin berat.
“Programnya terlihat baik, tapi di lapangan belum sepenuhnya dirasakan. Apalagi sekarang BBM naik, otomatis biaya ikut bertambah,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga BBM berdampak langsung pada biaya operasional pertanian. Penggunaan alat mesin yang bergantung pada bahan bakar membuat biaya produksi meningkat, mulai dari pengolahan lahan hingga proses panen.
Tak hanya itu, Sarwani juga menilai kebijakan efisiensi belum mampu mendorong perbaikan ekonomi secara signifikan. Dalam situasi yang belum sepenuhnya pulih, kenaikan BBM justru menjadi tekanan tambahan yang sulit dihindari.
Ia menjelaskan, dampak paling cepat terlihat pada sektor pertanian dan distribusi logistik. Ketika biaya produksi naik, maka harga hasil pertanian ikut terdorong. Hal serupa juga terjadi pada distribusi barang kebutuhan pokok yang sangat bergantung pada transportasi.
“Kalau ongkos di awal sudah naik, pasti akan berpengaruh sampai ke harga di pasar. Masyarakat yang akhirnya merasakan,” katanya, Selasa (5/5/2026).
Sementara itu, Wakil Direktur KiM Property, Wardiman, menilai karakter ekonomi Kobar yang bertumpu pada distribusi membuat dampak kenaikan BBM terasa lebih cepat. Hampir seluruh aktivitas ekonomi di daerah ini, kata dia, bergantung pada kelancaran transportasi.
Ia menambahkan, kenaikan biaya akan terus bergerak dalam rantai ekonomi hingga akhirnya dibebankan kepada konsumen. “Dari transportasi ke distributor, ke pedagang, dan akhirnya ke masyarakat. Itu yang sekarang mulai terjadi,” ujarnya.(bob)







