Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Polsek Kumai terus memperketat pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) pasca penyesuaian harga non-subsidi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran tetap berjalan tertib serta mencegah potensi penyalahgunaan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Pemantauan dilakukan di SPBU 64.741004 PT Firdaus, yang berada di Jalan Bendahara, Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Selasa (5/5/2026). Sejak pagi hari, aparat kepolisian terlihat aktif mengawasi aktivitas pengisian BBM sekaligus memantau kondisi antrean kendaraan.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh IPTU Tri Budi Hastawi bersama personel Polsek Kumai lainnya. Kehadiran petugas di lapangan tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga memastikan distribusi BBM berlangsung sesuai aturan yang berlaku tanpa adanya praktik penimbunan.
Kapolsek Kumai IPTU Stefanus Rantealo, mewakili Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Theodorus Priyo Santosa, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan langkah antisipatif guna menjaga situasi tetap kondusif. Selain itu, petugas juga melakukan pengumpulan data lapangan sebagai bahan evaluasi terhadap kondisi distribusi BBM.
Hasil pemantauan menunjukkan stok BBM di SPBU tersebut masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Ketersediaan berbagai jenis BBM dinilai stabil sehingga tidak memicu lonjakan antrean maupun kepanikan warga.
Tak hanya melakukan pengecekan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengelola SPBU agar bersama-sama menjaga ketertiban. Warga diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan, sementara pengelola diminta menyalurkan BBM secara transparan dan tepat sasaran.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Polsek Kumai memastikan pengawasan serupa akan terus digelar secara rutin demi menjaga stabilitas distribusi BBM serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.







