Halikinnor Minta Koperasi Korpri Kotim Bangkit dan Garap Usaha Strategis ASN

oleh
oleh
Bupati Kotim H Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati saat menghadiri kegiatan di halaman Kantor Bupati Kotim beberapa waktu lalu.
Bupati Kotim H Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati saat menghadiri kegiatan di halaman Kantor Bupati Kotim beberapa waktu lalu.

SAMPIT, Kaltengonline.com – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, mendorong kebangkitan Koperasi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang selama ini vakum. Ia ingin koperasi tersebut kembali aktif dan menjadi penggerak ekonomi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kotim.

Menurut Halikinnor, besarnya jumlah anggota Korpri merupakan modal kuat untuk membangun koperasi yang sehat, profesional, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Bangkitkan lagi koperasi Korpri. Anggotanya banyak, potensinya besar. Kalau koperasi ini hidup, banyak peluang usaha yang bisa dimanfaatkan,” ujar Halikinnor, Kamis (13/4).

Ia menegaskan, koperasi Korpri tidak seharusnya hanya bergerak di sektor simpan pinjam. Lebih dari itu, koperasi harus mampu berkembang menjadi wadah usaha produktif yang memberikan keuntungan nyata bagi anggota dan keluarganya.

“Koperasi Korpri harus bisa menjadi mesin ekonomi ASN. Jangan hanya simpan pinjam, tetapi juga masuk ke usaha-usaha produktif,” tegasnya.

Halikinnor menilai peluang usaha koperasi sangat terbuka lebar, terutama pada sektor kebutuhan pokok masyarakat maupun kebutuhan internal anggota Korpri sendiri. Salah satu yang dinilai potensial adalah kerja sama distribusi bahan pokok bersama perusahaan.

Ia mencontohkan distribusi minyak goreng yang selama ini banyak diminati pelaku usaha. Menurutnya, peluang tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan koperasi Korpri untuk menambah sumber pendapatan.

Baca Juga:  Pemkab Kotim Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa dan Kelurahan

“Selama ini banyak pengusaha yang meminta kuota minyak goreng ke perusahaan. Kenapa Korpri tidak mengambil peluang itu? Ini bisa menjadi sumber pendapatan koperasi,” katanya.

Bupati meyakini, apabila koperasi dikelola secara serius dan profesional, maka peluang usaha yang dapat dikembangkan tidak hanya terbatas pada distribusi sembako, tetapi juga merambah sektor lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Untuk mempercepat realisasi pengaktifan kembali koperasi, Halikinnor meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) segera berkoordinasi dengan Dewan Pengurus Korpri.

Ia ingin pembahasan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan langsung masuk pada penyusunan program kerja dan pemetaan peluang usaha yang realistis dijalankan dalam waktu dekat.

“Saya berharap segera ada langkah konkret. Potensi usaha banyak dan bisa dijalankan untuk memenuhi kebutuhan Korpri maupun masyarakat luas,” ucapnya.

Pemkab Kotim menargetkan koperasi Korpri nantinya mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan ASN melalui usaha yang produktif dan berkelanjutan. (bah/ko)