Patih Herman AB dan Ardianto Siap Kawal Aspirasi Kesejahteraan Guru di Barito Utara

oleh
oleh
Anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi Demokrat, Patih Herman AB dan Ardianto saat memberikan tanggapan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat DPRD Barito Utara beberapa waktu lalu.
Anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi Demokrat, Patih Herman AB dan Ardianto saat memberikan tanggapan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat DPRD Barito Utara beberapa waktu lalu.

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pelaksanaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 mendapat respons positif dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Barito Utara dari Partai Demokrat, Patih Herman AB dan Ardianto, menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan PGRI dalam meningkatkan kesejahteraan para guru, terutama guru honorer di daerah tersebut.

Dukungan ini mencuat setelah forum Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Tahun 2026. Mengambil tempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara yang dilaksanakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Barito Utara pada Jumat (5/6) secara lantang menyoroti ketimpangan upah guru di wilayah pelosok.

Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, menegaskan bahwa tingkat kesejahteraan yang layak menjadi syarat mutlak agar para tenaga pendidik dapat menjalankan tugasnya secara optimal tanpa terbebani masalah finansial.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan perjuangan PGRI terhadap kesejahteraan guru. Guru merupakan ujung tombak pendidikan dan memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian bersama,” kata Patih Herman AB.

Sependapat dengan Patih Herman, legislator Demokrat lainnya, Ardianto, memandang Konkerkab PGRI sebagai wadah konsolidasi yang sangat berbobot untuk menjembatani pemikiran para guru langsung kepada pemangku kebijakan.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan Konferensi Kerja PGRI yang menjadi wadah konsolidasi dan evaluasi program kerja organisasi. Forum seperti ini sangat penting untuk melahirkan gagasan-gagasan konstruktif dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Barito Utara,” kata Ardianto.

Ardianto juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah jangka panjang di Barito Utara bertumpu pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, target SDM unggul tersebut mustahil dicapai jika daerah abai terhadap kondisi ekonomi dan hak-hak para guru yang mengabdi di garis depan pendidikan.

“Oleh karena itu, guru harus mendapatkan apresiasi dan hak yang seimbang. Investasi terbaik bagi daerah ini adalah pendidikan, dan instrumen utamanya adalah kenyamanan para guru dalam mengajar.

Kami siap bersinergi dengan PGRI dan Dinas Pendidikan untuk mengawal hal ini,” pungkas Ardianto. (bn/nue/ko)