Bapperida Soroti Ketahanan Air dan Dampak Perubahan Iklim di Kalteng

oleh
oleh

PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Kepala Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Syahfiri, menilai pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kebutuhan energi di Kalimantan Tengah.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Komisi dan Sidang Pleno II TKPSDA Wilayah Sungai Jelai-Kendawangan Tahun 2026.

Menurutnya, target Sustainable Development Goals (SDGs) menekankan pentingnya akses air bersih bagi seluruh masyarakat pada 2030. Di sisi lain, Kalimantan Tengah juga menghadapi tantangan berupa defisit energi listrik serta meningkatnya risiko banjir, kenaikan muka air laut, dan kebakaran hutan dan lahan akibat perubahan iklim.

Syahfiri menjelaskan, dalam RPJPN/RPJPD 2025–2045, Kalimantan diproyeksikan menjadi Superhub Ekonomi Nusantara, sementara Kalimantan Tengah diarahkan sebagai pusat hilirisasi sumber daya alam, pusat pangan nasional, dan pusat konservasi internasional.

Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah membentuk Komisi Irigasi dan Dewan Sumber Daya Air sebagai upaya memperkuat tata kelola sumber daya air yang berkelanjutan.