Untuk memperketat pengawasan, Pertamina akan memasang kamera pengawas (CCTV) di setiap SPBU. Sistem ini diharapkan mampu memantau aktivitas pengisian BBM dan menekan potensi penyalahgunaan barcode.
Bupati Nurhidayah menegaskan stok BBM di Kotawaringin Barat sebenarnya masih mencukupi. Menurutnya, persoalan utama berada pada pengawasan distribusi agar BBM subsidi tidak disalahgunakan oleh pelangsir.
Pengelola SPBU menyebut antrean panjang tidak hanya dipengaruhi pasokan, tetapi juga banyaknya pembelian berulang yang diduga dilakukan untuk dijual kembali. Karena itu, penertiban terhadap pelangsir dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Kasatsamapta Polres Kotawaringin Barat, Iptu Cecep Lang Buana, memastikan kepolisian telah membentuk tim pemantau di SPBU. Polisi akan menindak kendaraan yang dimodifikasi maupun pihak yang terbukti menyalahgunakan BBM subsidi sesuai ketentuan hukum.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah bersama Pertamina, kepolisian, dan pengelola SPBU sepakat membentuk Satgas pengawasan distribusi BBM. Langkah ini diharapkan mampu membongkar praktik pelangsiran, memperketat pengawasan di lapangan, dan memastikan BBM subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.(bob)







