PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran meminta pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menjelang puncak musim kemarau.
Permintaan tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla bersama BNPB di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Agustiar mengatakan hujan yang masih turun pada akhir Juli harus dimanfaatkan untuk memaksimalkan kesiapan personel maupun peralatan sebelum memasuki puncak musim kemarau pada Agustus hingga September.
“Hujan saat ini merupakan kesempatan untuk memantapkan kesiapsiagaan Satgas Karhutla. Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung Agustus hingga September bahkan bisa berlanjut sampai November,” katanya.
Pemprov Kalimantan Tengah sendiri telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla hingga 31 Oktober 2026.
Dalam rakor tersebut, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin melaporkan terdapat 126 titik api yang masih terkonsentrasi di Kelurahan Panarung. Sementara Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifai menyebut kebakaran di kawasan Tumbang Nusa telah membakar sekitar 140 hektare lahan gambut.
Menghadapi kondisi tersebut, Agustiar meminta BNPB melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), menambah helikopter water bombing untuk wilayah selatan Kalimantan Tengah, memperkuat sarana pemadaman darat, serta mempercepat pencairan Dana Siap Pakai (DSP).
Ia juga menegaskan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan harus dilakukan secara tegas agar memberikan efek jera.(ko)







