Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai berdampak terhadap sektor pariwisata. Wisatawan mancanegara yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) ramai mempertanyakan kondisi keamanan akibat karhutla.
Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Kobar, Muhammad Alwan, mengatakan sekitar 50 hingga 60 persen wisatawan mancanegara mempertanyakan kondisi karhutla, terutama terkait api, asap, kualitas udara, dan dampaknya terhadap kesehatan.
“Kalau wisatawan yang mempertanyakan keamanan terkait karhutla banyak, hampir 50 sampai 60 persen yang bertanya,” kata Alwan, Senin (24/8/2026).
Meski kekhawatiran meningkat, hingga Jumat (21/8/2026) belum ada wisatawan mancanegara yang membatalkan kunjungan ke TNTP akibat karhutla.
“Sampai hari Jumat kemarin masih belum ada pembatalan kunjungan,” ujarnya.
Menurut Alwan, wisatawan saat ini lebih banyak meminta kepastian mengenai kondisi di lapangan sebelum melanjutkan perjalanan. Informasi tersebut diperoleh melalui komunikasi dengan pelaku usaha perjalanan, termasuk Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Kobar.
Selain karhutla, kendala yang dirasakan wisatawan juga berkaitan dengan jadwal penerbangan. Keterlambatan pesawat membuat sejumlah itinerary perjalanan ikut berubah.
Karhutla menjadi perhatian karena TNTP merupakan salah satu destinasi unggulan Kobar yang dikenal hingga mancanegara. Pemerintah daerah terus memantau kondisi agar kebakaran tidak mengganggu aktivitas pariwisata dan kunjungan wisatawan.(bob)







