Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Bupati Kobar Hj. Nurhidayah turun langsung meninjau penanganan karhutla di Desa Tanjung Terantang dan Desa Kumpai Batu Atas, Sabtu (22/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal sekaligus melihat kondisi yang dihadapi personel gabungan di lapangan. Pemerintah daerah ingin memastikan titik api dapat segera dikendalikan agar tidak meluas ke kawasan permukiman maupun lingkungan sekitar.
“Kunjungan ini untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi penanganan karhutla di lapangan. Kita ingin memastikan upaya pemadaman terus berjalan dan mengetahui apa saja yang menjadi kendala tim di lapangan,” ujar Nurhidayah.
Nurhidayah mengapresiasi kerja keras seluruh personel gabungan yang terus berjibaku memadamkan kebakaran. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pihak.
Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi meluas.
“Yang paling penting adalah sinergi. Kita tidak bisa bekerja sendiri, semua elemen harus bersama-sama, saling mendukung dan membantu dalam penanganan karhutla,” katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar per 20 Agustus 2026, tercatat 527 hotspot di wilayah Kobar. Dari jumlah tersebut, terdapat 204 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar sekitar 867,49 hektare.
Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 283 titik dari 111 kejadian karhutla. Luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut mencapai sekitar 184,48 hektare.
Sementara itu, Kecamatan Kumai mencatat 131 hotspot dan 65 kejadian karhutla. Meski jumlah hotspot lebih sedikit dibanding Arut Selatan, Kumai menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni sekitar 588,41 hektare.
Hotspot juga ditemukan di Kecamatan Arut Utara sebanyak 65 titik, Kotawaringin Lama 36 titik, dan Pangkalan Banteng 12 titik.
Sedangkan Kecamatan Pangkalan Lada tercatat nihil hotspot. Namun, wilayah tersebut masih mencatat enam kejadian karhutla.
Nurhidayah mengingatkan masyarakat agar turut mencegah munculnya titik api baru. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melapor apabila menemukan indikasi kebakaran.
Ia juga mengingatkan bahwa data per 20 Agustus 2026 tersebut belum mencakup seluruh kejadian terbaru yang masih dalam proses pendataan.
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, petugas pemadam, relawan, dunia usaha, dan masyarakat terus memperkuat sinergi dalam penanganan karhutla.
Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Di sisi lain, hutan dan lahan di Kobar juga harus terus dijaga agar kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.(bob)







