Pusat Perkuat Penanganan Karhutla Kalteng, Tambah Helikopter dan 1.500 Personel

oleh
oleh
Presiden Prabowo Subianto, didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan pejabat tinggi dari forkopimda dan pusat usai memimpin rapat penanganan Karhutla di Posko Aju, Kalteng, Sabtu (22/8).
Presiden Prabowo Subianto, didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan pejabat tinggi dari forkopimda dan pusat usai memimpin rapat penanganan Karhutla di Posko Aju, Kalteng, Sabtu (22/8).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah pusat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dengan menambah helikopter, peralatan pemadam, sumber air hingga personel.

Dukungan tersebut disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto setelah mendengarkan paparan kondisi karhutla di Palangka Raya, Sabtu (22/8).

Prabowo mengatakan pemerintah terus memenuhi kebutuhan di lapangan. Penambahan helikopter, peralatan pemadam serta mesin bor untuk menyediakan sumber air dilakukan secara bertahap sesuai kondisi.

“Setiap hari kami menambah helikopter, peralatan, serta mesin bor untuk penyediaan air,” ujar Prabowo.

Menurutnya, langkah utama saat ini adalah mencegah kebakaran meluas dan menekan penambahan titik api. Pemerintah juga terus memantau perkembangan karhutla serta menyiapkan langkah mitigasi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, sejumlah kebutuhan langsung mendapat perhatian Presiden. Selain helikopter dan pompa air, pemerintah akan menambah kendaraan pemadam, mobil tangki serta personel untuk memperkuat operasi di lapangan.

“Beberapa hal juga langsung diperintahkan oleh Bapak Presiden, penambahan-penambahan peralatan mulai dari helikopter, kemudian pompa air, kemudian di sini tadi juga membutuhkan pompa untuk sumur bor, kemudian juga penambahan personel,” katanya.

Kekuatan personel juga akan diperbesar. Pemerintah menyiapkan tambahan sekitar tiga batalion dari Jawa atau sekitar 1.500 personel untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan.

Prasetyo menyebut tambahan personel tersebut ditargetkan sudah berada di wilayah terdampak pada Sabtu sore atau paling lambat Minggu.

Saat ini, batalion yang diperbantukan dari tiga provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, telah ikut mendukung operasi pemadaman. Namun, jumlahnya dinilai masih terbatas.

Selain pemadaman, pemerintah memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran dan asap. Presiden meminta seluruh jajaran memastikan masyarakat mendapatkan penanganan sebaik-baiknya.

Pemerintah juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat hingga tingkat paling bawah. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.

Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyambut positif dukungan pemerintah pusat. Ia menyebut salah satu kebutuhan penting dalam penanganan karhutla adalah ketersediaan sumber air.

Berdasarkan data Januari hingga Agustus 2026, Kalteng mencatat hampir 20 ribu titik panas. Namun, tidak seluruhnya berkembang menjadi kebakaran. Luas lahan terbakar tercatat sekitar 4.499 hektare.

Agustiar mengatakan pemerintah pusat telah memberikan dukungan berupa sumur bor untuk memperkuat sumber air di lokasi rawan karhutla.

“Awal seribu, berapa pun dibutuhkan Kalimantan Tengah, beliau siap selama untuk kepentingan Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Ia menilai tren karhutla di Kalteng terus menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kerja bersama pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat dalam menangani kebakaran. (ko)