PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Sekolah diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi asap yang mulai terasa di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Muhammad Alamsyah, mengatakan pihaknya akan mengimbau siswa, guru, dan tenaga kependidikan menggunakan masker sebagai langkah antisipasi. “Menyesuaikan kondisi terkini. Iya, nanti akan kita kasih imbauan untuk menggunakan masker. Untuk tindakan lain masih melihat kedaruratannya,” kata Alamsyah, Senin (10/8/2026).
Alamsyah mengatakan Dinas Pendidikan Kobar belum mengambil kebijakan lain terkait kegiatan belajar mengajar. Pihaknya masih memantau perkembangan kondisi asap dan tingkat kedaruratan sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Kita masih melihat kondisi di lapangan. Kalau memang tingkat kedaruratannya meningkat, tentu akan kita sesuaikan dengan keadaan,” ujarnya. Menurutnya, keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan menjadi perhatian utama sehingga sekolah diminta tidak mengabaikan kondisi udara.
Ia menambahkan, penggunaan masker menjadi langkah pencegahan yang dapat diterapkan sementara di lingkungan sekolah. Sementara kebijakan lain akan mempertimbangkan perkembangan Karhutla Kobar serta dampaknya terhadap aktivitas pendidikan.
Sementara itu, Kepala BPBD Kobar, Samuel, mengatakan karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah. Sejak awal Juni hingga awal Agustus 2026, tercatat 153 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 279,25 hektare. Dari tambahan 63,95 hektare lahan terbakar, sekitar 37,885 hektare telah berhasil dipadamkan.
“Pemadaman masih terus dilakukan. Kondisi lahan gambut menjadi tantangan karena api bisa menjalar dari bawah permukaan dan kembali muncul meskipun api di permukaan sudah padam,” ujar Samuel.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai. Karhutla di kawasan tersebut telah membakar sekitar 20 hektare lahan, dengan sekitar 11 hektare berhasil dipadamkan. Kebakaran tersebut turut menghasilkan asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang.
Alamsyah menegaskan Dinas Pendidikan Kobar akan terus memantau perkembangan asap karhutla. Jika kondisi semakin darurat dan berdampak langsung terhadap kegiatan sekolah, pihaknya akan mempertimbangkan pengusulan kebijakan pendidikan untuk memastikan keselamatan siswa dan guru tetap menjadi prioritas.(bob)







