Karhutla Kotim Meluas, Seluruh OPD Dikerahkan Bantu Pemadaman

oleh
oleh
Bupati Kotim H.Halikinnor dan Wabup Irawati, meninjau karhutla di Jalan Kacapiring 3 Kelurahan Ketapang, Rabu (19/8/2026).

SAMPIT, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengambil langkah cepat menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta ikut turun ke lapangan dengan membawa personel sekaligus armada pendukung untuk mempercepat pemadaman.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan setiap OPD tidak cukup hanya mengirim tenaga. Armada seperti mobil pikap yang dilengkapi tandon atau tangki air juga diminta dikerahkan untuk membantu menyuplai kebutuhan air ke lokasi kebakaran, terutama di wilayah perkotaan dan sekitar permukiman.

“Mulai hari ini kita kerahkan semaksimal mungkin semua OPD. Tidak hanya personel yang dikirim, tetapi juga membawa mobil pikap dengan tandon atau tangki untuk menyuplai air,” kata Halikinnor usai rapat koordinasi darurat penanganan karhutla di Sampit, Rabu.

Menurutnya, pola tersebut diharapkan membuat mobil pemadam dapat lebih fokus menangani titik api tanpa harus meninggalkan lokasi untuk mengisi ulang air. Sementara kebutuhan air akan dipasok oleh armada dari berbagai OPD.

“Supaya mobil pemadam itu hanya menembak di tempat, sedangkan kebutuhan air disuplai oleh beberapa OPD. Dengan begitu kita bisa lebih efektif melakukan pemadaman,” jelasnya.

Data BPBD Kotim hingga 18 Agustus 2026 mencatat 372 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar lebih dari 1.353 hektare. Sementara akumulasi titik panas sejak Januari telah mencapai 4.412 titik yang tersebar di seluruh kecamatan. Pemkab kini memprioritaskan penanganan kebakaran di kawasan perkotaan dan permukiman karena lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.

Halikinnor menegaskan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha. Warga diminta tidak hanya menunggu petugas ketika terjadi kebakaran di sekitar lingkungan mereka, melainkan ikut membantu sesuai kemampuan dan tetap mengutamakan keselamatan.

“Pemadaman ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, tetapi tanggung jawab kita semua, masyarakat, dunia usaha dan pemerintah. Mari kita berjibaku bersama-sama,” ajaknya.

Ia menambahkan, keterbatasan sarana dan semakin berkurangnya sumber air akibat kemarau panjang masih menjadi kendala di lapangan. Pemkab Kotim pun telah mengajukan bantuan kepada BNPB berupa armada tangki, sumur bor, serta selang untuk memperkuat penanganan karhutla. “Kita memang membutuhkan sarana prasarana. Kita juga sudah menyurati BNPB pusat untuk meminta bantuan berupa tangki, sumur bor dan selang-selang,” pungkasnya. (bah/kpg/ko)