Menurutnya, setiap usulan akan dicatat berdasarkan lokasi dan jumlah kebutuhan. Selanjutnya, aspirasi tersebut akan disesuaikan dengan kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Selain sumur bor, warga juga menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur. Bambang mengusulkan semenisasi Jalan S. Parman, Gang Simponi dan Gang Patra serta perbaikan drainase sekitar Pasar PU hingga Gang Sepakat.
Jamalun menyoroti jalan titian di belakang Alin Foto yang rusak hingga terputus. Sementara Safi’i mengusulkan semenisasi Jalan Albanjari 1 RT Amilono Km 2,5 sepanjang sekitar 300 meter.
Ketua RT 5/RW 15 Jalan Perintis, Suprianto, juga meminta perhatian terhadap anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Langkai yang selama ini terlibat dalam pemadaman kebakaran.
Menurutnya, anggota MPA masih kerap menggunakan anggaran pribadi saat melakukan penanganan kebakaran. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya dukungan sarana agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi darurat.
Faridawaty menilai penyediaan sumur bor untuk antisipasi kebakaran dapat menjadi salah satu upaya memperkuat perlindungan masyarakat di tingkat lingkungan.
“Aspirasi warga tentang sumur bor ini cukup jelas, karena menyangkut kebutuhan sumber air dan kesiapsiagaan lingkungan. Kami akan mencatat kebutuhan pada masing-masing titik dan melihat mekanisme serta kemampuan anggaran agar dapat diperjuangkan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Aspirasi tujuh titik sumur bor tersebut diharapkan dapat menjadi bahan dalam perencanaan pembangunan daerah. Ketersediaan sumber air di lingkungan permukiman dinilai penting untuk membantu warga melakukan penanganan awal saat terjadi kebakaran.(bud)







