PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026. Data SiPongi Kementerian Kehutanan RI mencatat 2.001 titik panas (hotspot) tersebar di enam kecamatan.
Arut Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 1.307 titik, disusul Kumai 377, Kotawaringin Lama 119, Arut Utara 117, Pangkalan Banteng 65, dan Pangkalan Lada 16 titik.
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi BPBD Kobar, total lahan terbakar mencapai 1.824,98 hektare. Luasan terbesar berada di Arut Selatan 942,69 hektare dan Kumai 724,43 hektare.
Sepanjang 2026, BPBD Kobar telah melakukan 294 kali penanganan karhutla di sejumlah wilayah.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana, mengatakan kondisi titik api saat ini mulai mereda. Pihaknya juga tidak menemukan titik api baru.
“Secara umum titik baru sudah tidak ada. Fokus di KM 15 Pangkalan Bun-Kolam dan Desa Tanjung Putri. Tanjung Putri juga mulai terkendali,” kata Andhan, Kamis (3/9/2026).
Meski kondisi membaik, BPBD masih melakukan pemantauan untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali kebakaran akibat kondisi lahan yang masih kering. (bud)







