Pemkab Seruyan Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

oleh
oleh
Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Pemkab Seruyan secara virtual, Senin (7/9/2026)

KUALA PEMBUANG, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Seruyan memperkuat upaya pengendalian inflasi setelah perkembangan harga sejumlah kebutuhan pokok menunjukkan kenaikan pada awal September 2026.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Pemkab Seruyan secara virtual, Senin (7/9/2026). Rakor berlangsung dari Ruang Rapat Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan.

Rakor digelar sebagai tindak lanjut Radiogram Menteri Dalam Negeri Nomor 500.2.3/6339/0SJ tertanggal 5 September 2026. Pemerintah daerah bersama pihak terkait membahas strategi konkret untuk menjaga stabilitas harga sepanjang 2026.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga mengikuti agenda rilis pertumbuhan ekonomi kabupaten dan kota untuk Triwulan II Tahun 2026.

Dikutip dari portal berita resmi Pemkab Seruyan , Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Sukardi menjelaskan, berdasarkan data perkembangan harga di Kabupaten Seruyan, Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada Minggu I September 2026 berada di angka 0,88 dengan status meningkat.

Sejumlah komoditas pangan tercatat memberikan kontribusi terhadap kenaikan tersebut. Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar dengan angka 1,006, disusul daging ayam ras sebesar 0,2299.

Sementara itu, cabai rawit juga menjadi komoditas yang mengalami fluktuasi harga paling tinggi pada pekan berjalan, dengan angka 0,071954942.

Kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut menjadi perhatian Pemkab Seruyan. Pemerintah daerah terus mencermati pergerakan harga kebutuhan pokok, terutama komoditas pangan yang berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi.

Koordinasi antarinstansi juga diperkuat untuk memastikan pasokan bahan pangan tetap tersedia. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan harga yang dapat berdampak terhadap masyarakat.

Pemkab Seruyan juga melakukan pemantauan harga secara langsung di lapangan. Upaya tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran perkembangan harga sekaligus menentukan langkah yang diperlukan apabila terjadi gejolak pada komoditas tertentu (bud)