PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – El Nino tak menghalangi Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar mengembangkan pertanian di lahan gambut. Mereka berhasil memanen sekitar 6 ton melon dari lahan yang dikelola tanpa pembakaran.
Panen berlangsung di kawasan Wanawiyata Widya Karya KTH Meniti Fajar, Km 24 Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Rabu (9/9/2026).
Melon dipanen dari lahan seluas 30 x 90 meter atau sekitar 2.700 meter persegi. Ketua KTH Meniti Fajar, Sarwani, mengatakan hasil tersebut menjadi capaian penting karena budidaya dilakukan di tengah kondisi El Nino dan keterbatasan air.
“Alhamdulillah pada hari ini, di tengah kondisi El Nino kita masih bisa melakukan kegiatan panen melon. Dengan luas 30 x 90 meter, masih mampu menghasilkan kurang lebih 6 ton buah melon,” kata Sarwani.
Menurutnya, hasil panen itu membuktikan lahan gambut dapat dikelola secara produktif tanpa dibakar. Untuk menghadapi musim kering, KTH Meniti Fajar juga menyiapkan dua embung sebagai sumber cadangan air.
Selain melon, petani turut memanen timun, pare dan gambas. KTH Meniti Fajar juga mengembangkan semangka sekitar 5 hektare yang dibagi dalam tiga tahap.
Sarwani menyebut melon tersebut memiliki masa tanam sekitar 63 hari. Dari lahan 2.700 meter persegi, keuntungan panen diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Ia berharap pertanian tanpa bakar terus dikembangkan sebagai bukti bahwa lahan gambut tetap bisa produktif meski menghadapi tantangan El Nino.
“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. Hari ini kami membuktikan bahwa kami sungguh-sungguh melakukan dan mendukung program pemerintah di bidang pertanian,” pungkasnya.(bob)






