Karhutla Meluas ke Sungai Cabang, Bupati Kobar Ajak Semua Elemen Bergerak

oleh
oleh

Petugas bahkan harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan air. Setelah itu, air dibawa kembali ke lokasi kebakaran untuk mendukung proses pemadaman.

Selain air, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian. BBM diperlukan untuk menunjang operasional kendaraan dan peralatan yang digunakan petugas selama penanganan karhutla.

Karena itu, Bupati Kobar membuka kesempatan bagi perusahaan maupun masyarakat yang ingin memberikan bantuan. Dukungan dapat berupa BBM maupun kebutuhan logistik untuk menunjang kerja tim di lapangan.

“Kami meminta kepada pihak-pihak yang mau support penanggulangan kebencanaan di Kotawaringin Barat. Kalau ada yang menyumbang berupa logistik atau BBM, kami dengan sangat senang hati menerima,” ujarnya.

Nurhidayah juga meminta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa meningkatkan pencegahan. Camat, lurah, kepala desa dan perangkat wilayah rawan kebakaran diminta aktif mengingatkan masyarakat agar tidak memicu munculnya titik api baru.

Masyarakat pun diimbau menghindari pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Menurut Nurhidayah, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan Satgas. Keterlibatan masyarakat dan perusahaan sangat dibutuhkan, terlebih kebakaran mulai mendekati kawasan TNTP yang memiliki fungsi penting sebagai kawasan konservasi.

Pemkab Kobar juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan penanganan. Salah satu dukungan yang diharapkan ialah operasi water bombing untuk menjangkau titik

kebakaran yang sulit ditangani melalui jalur darat.

“Ini kepentingan kita bersama. Jangan hanya tertumpuk kepada stakeholder atau personel Satgas. Peranan masyarakat, perusahaan, camat, lurah dan kepala desa sangat penting. Kita terus ikhtiar dan berdoa semoga segera turun hujan,” pungkas Nurhidayah.(bob)