MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara terus memperkuat komitmennya untuk mewujudkan aparatur birokrasi yang bersih, berintegritas, dan terbebas dari jerat narkotika. Langkah nyata tersebut, diwujudkan melalui program Deteksi Dini dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika berbalut tes urine massal, di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Kamis (17/9).
Kegiatan tersebut dibuka Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, dengan didampingi Sekretaris Daerah, Drs Muhlis. Turut hadir Asisten I, jajaran kepala perangkat daerah, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada tahap ini, tes urine difokuskan pada pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah, Kesbangpol, BKPSDM, Dinsos PMD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga Satpol PP.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Mada Rustanto SE MH, yang turut hadir mengawasi jalannya tes, memberikan peringatan keras terkait bahaya laten narkoba di lingkungan aparatur negara. Menurutnya, dampak fatal penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan keluarga, muruah instansi, hingga menggerus kepercayaan publik.
“Apabila seorang pegawai terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, dampaknya sangat destruktif. Keluarga menjadi korban, masa depan karier hancur, dan yang paling fatal adalah hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah,” tegas jenderal bintang satu tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Shalahuddin menekankan, beratnya amanah yang dipikul oleh seorang abdi negara. Ia menegaskan, ASN tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi dan profesionalisme kerja, melainkan wajib menjadi figur teladan moral di tengah masyarakat.
“Sebagai aparatur pemerintah, tanggung jawab kita sangat besar. ASN harus mampu menjadi figur teladan dalam kedisiplinan, integritas, dan kepatuhan terhadap hukum. Oleh karena itu, seluruh abdi negara wajib memiliki komitmen teguh untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika,” pesan Shalahuddin.
Bupati menambahkan, pelaksanaan tes urine ini tidak boleh hanya dimaknai sebagai ajang inspeksi atau pengawasan kaku. Lebih dari itu, langkah preventif ini merupakan bentuk nyata perlindungan, pembinaan, dan ikhtiar pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan kerja birokrasi yang sehat, aman, serta bebas dari pengaruh zat adiktif.
Melalui program deteksi dini ini, Pemkab Barito Utara menaruh harapan besar, agar seluruh ASN semakin mawas diri dalam menjaga integritas. Lingkungan kerja yang steril dari narkoba, dinilai sebagai fondasi mutlak untuk menghadirkan pelayanan publik yang prima dan berkualitas bagi warga.
Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen akan terus memperketat pengawasan dan rutinitas pembinaan. Seluruh ASN diajak untuk saling menjaga dan mencegah masuknya peredaran narkoba ke ranah birokrasi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berwibawa.
“Mari bersama kita cegah narkoba dan jaga integritas aparatur. Wujudkan pemerintahan yang bersih dan terpercaya. ASN Barito Utara harus berani menolak narkoba!” pungkas Shalahuddin dengan lantang. (ren/ko)






