PANGKALAN BUN, kaltengonline.com — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menziarahi makam para pendiri Kabupaten Kotawaringin Barat pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di Kompleks Makam Pendiri Kabupaten Kotawaringin Barat, Lingkungan Pemakaman Umum SKIP, Pangkalan Bun. Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto memimpin upacara ziarah tersebut.
Makam para pendiri menjadi tempat untuk mengenang tokoh-tokoh yang memiliki peran dalam perjalanan sejarah berdirinya Kabupaten Kotawaringin Barat. Di tempat itu, penghormatan kepada para pendahulu menjadi bagian dari peringatan usia daerah.
Upacara diawali dengan penghormatan kepada para pendiri Kabupaten Kotawaringin Barat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghargaan atas jasa para tokoh tersebut.
Ziarah menjadi salah satu cara pemerintah daerah menjaga ingatan terhadap sejarah daerah. Hari jadi tidak hanya menandai pertambahan usia Kabupaten Kotawaringin Barat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali melihat perjalanan yang telah dilalui para pendahulu.
Setelah ziarah di makam para pendiri kabupaten, kegiatan dilanjutkan ke Pemakaman Gubah di Jalan Pangeran Diponegoro, Pangkalan Bun. Di tempat tersebut, kembali dilakukan ziarah dan doa bersama.
Suyanto mengatakan ziarah makam merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kotawaringin Barat. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pendiri daerah.
“Selain menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pendiri daerah, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai sejarah serta memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap daerah,” kata Suyanto.
Ia mengatakan sejarah para pendahulu perlu terus dikenang oleh generasi berikutnya. Nilai-nilai yang diwariskan menjadi bagian dari perjalanan Kabupaten Kotawaringin Barat hingga memasuki usia ke-67 tahun.
Melalui peringatan Hari Jadi ke-67, Suyanto mengajak masyarakat untuk terus mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus melanjutkan cita-cita pembangunan daerah. Sejarah, bagi dia, menjadi bagian penting dalam melihat arah perjalanan Kotawaringin Barat ke depan.(bob)






