PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Bank Indonesia (BI) menggelar Posko Layanan Kesehatan Gratis bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, 21-22 September 2026.
Layanan kesehatan gratis tersebut digelar di Kelurahan Kalampangan dan Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau. Kegiatan merupakan bagian dari program Edukasi Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan (EPML) Bank Indonesia.
Posko kesehatan menyediakan pemeriksaan kesehatan dasar, pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dokter, serta edukasi kesehatan. Layanan ini terutama menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Kegiatan melibatkan dokter dan tenaga kesehatan dari Kantor Pusat Bank Indonesia yang berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lokal dari RSUD Kalampangan dan Puskesmas Kalampangan.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan kepedulian terhadap masyarakat menjadi bagian dari komitmen BI untuk hadir membantu warga saat menghadapi kondisi darurat.
Selain layanan kesehatan, BI juga menyalurkan bantuan untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Bantuan melalui BPBD Provinsi Kalteng meliputi pompa pemadam, selang bertekanan, nozzle, suntikan gambut, tandon air portabel, BBM, alat pelindung diri (APD), dan logistik operasional.
BI juga memberikan perangkat medis untuk menangani gangguan pernapasan akibat kabut asap, berupa masker KN95 dan tabung oksigen portabel.
Sementara itu, Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalteng menyalurkan 400 paket sembako yang dilengkapi masker kesehatan kepada masyarakat terdampak. Kantor Pusat BI juga memberikan 200 paket sembako dan hygiene kit bagi warga di Kalampangan dan Kameloh Baru.
Program bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan BI untuk penanganan karhutla di tujuh provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.
BI menegaskan dukungan penanganan karhutla dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan, TNI/Polri, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan kesehatan dan kebutuhan dasar warga terdampak kabut asap.(bud)






