PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dipastikan belum sepenuhnya berlalu. Di tengah kemarau panjang dan intensitas hujan yang belum merata, rencana pemerintah daerah untuk memperpanjang status tanggap darurat Karhutla selama 30 hari ke depan mendapat dukungan penuh dari pihak legislatif.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, menilai perpanjangan status tersebut sebagai langkah yang sangat tepat. Menurutnya, kondisi faktual di lapangan menunjukkan potensi kemunculan titik api masih sangat tinggi, sementara sebagian wilayah masih harus berjibaku dengan buruknya kualitas udara akibat paparan kabut asap.
“Kami sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Saudara Gubernur. Status tanggap darurat Karhutla memang mutlak harus diperpanjang karena kebakaran masih terus terjadi dan hujan urung turun,” ujar Junaidi, Selasa (29/9).
Berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG), periode kemarau di Kalteng diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir Oktober. Bahkan, tingkat curah hujan diprakirakan tetap rendah hingga dasarian II Oktober, dengan sejumlah kawasan di wilayah selatan Kalteng berpeluang mencatat curah hujan bulanan di bawah 50 milimeter.
Kendati demikian, Junaidi mengingatkan, prakiraan cuaca tersebut tidak bisa dijadikan jaminan mutlak. Dinamika atmosfer yang berubah-ubah, menuntut pemerintah dan seluruh unsur penanggulangan Karhutla untuk tidak mengendurkan kewaspadaan sedikit pun.
“Prakiraan itu didasarkan pada data sementara. Kita tidak pernah tahu pasti apakah Oktober nanti hujan benarbenar sudah mulai membasahi lahan atau belum. Penanganan di lapangan tidak bisa hanya menggantungkan harapan pada hujan sebagai solusi alami,” tegasnya.
Politikus ini menekankan, masa satu bulan ke depan merupakan fase krusial yang membutuhkan kesiapsiagaan maksimal. Kondisi lahan gambut yang mengering akan sangat rentan tersulut api jika pengawasan melemah.
Dia berharap, pemerintah daerah dan seluruh tim satuan tugas (Satgas) gabungan terus mengoptimalkan patroli pemantauan titik panas (hotspot), memastikan ketersediaan logistik personel, serta menjaga kelayakan peralatan pemadaman di garis depan.
“Kita harus all-out. Mudah-mudahan segala persiapan mitigasi dan upaya pemadaman kita selama satu bulan ke depan berjalan aman dan terkendali,” pungkasnya. (zia/ko)






