PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai menurun. Meski demikian, asap masih menyelimuti wilayah tersebut, sementara peluang hujan ringan diperkirakan muncul pada akhir Oktober 2026.
Prakirawan BMKG Iskandar, Afif Rowina Khairi, mengatakan jumlah hotspot yang sebelumnya berkisar 500 hingga lebih dari 1.000 titik kini tercatat sebanyak 350 dan 365 titik dalam dua hari pemantauan terakhir.
Berdasarkan pemantauan BMKG, asap bergerak ke arah barat laut hingga timur laut. Kondisi ini menunjukkan dampak karhutla masih dirasakan meskipun jumlah titik panas menurun.
Afif menyebutkan, peluang hujan ringan mulai terbuka pada dasarian III Oktober atau periode 20–30 Oktober 2026. Hujan diperkirakan terjadi secara bertahap, dengan potensi awal di wilayah utara Kobar.
Namun, hujan tidak dipastikan turun secara merata di seluruh wilayah. Dampaknya terhadap kebakaran dan sebaran asap juga bergantung pada intensitas serta cakupan hujan yang terjadi.
Penurunan hotspot menjadi perkembangan positif, tetapi belum menandakan karhutla berakhir. Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan cuaca dan kondisi asap, mengingat kebakaran masih berpotensi terjadi selama kondisi lahan kering.
BMKG memperkirakan peluang hujan pada akhir Oktober dapat membantu mengurangi kondisi kering. Sementara itu, penanganan karhutla dan kewaspadaan terhadap dampak asap tetap diperlukan hingga kondisi benar-benar membaik. (bob)






