MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT bersama Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah, Dr Tomy Haridjaya SSos MM, turun langsung melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program revitalisasi sekolah. Peninjauan lapangan ini dipusatkan di SDN 7 Lanjas dan TK Ceria, Sabtu (17/10).
Agenda strategis ini, sekaligus menjadi wadah penyusunan testimoni pelaksanaan program pendidikan daerah, yang nantinya akan dilaporkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara kembali menegaskan, komitmen penuhnya dalam mengakselerasi pembangunan, khususnya pada sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan, hingga ketersediaan sarana air bersih.
Dalam arahannya, Shalahuddin menegaskan, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang paling menentukan arah kemajuan daerah. Oleh karena itu, ia menjamin, tidak boleh ada satu pun anak di Barito Utara yang putus sekolah hanya karena terbentur masalah biaya.
“Saya sudah mengingatkan seluruh kepala perangkat daerah, khususnya Kepala Dinas Pendidikan, jangan sampai ada masyarakat kita yang tidak bisa bersekolah gara-gara ketiadaan biaya. Kita gratiskan pendidikan dari jenjang SD sampai SMP. Sementara untuk jenjang SMA, kita terus berkoordinasi erat dengan Pemprov Kalteng,” tegas Shalahuddin.
Komitmen tersebut, rupanya tidak berhenti pada pembebasan biaya SPP. Pemkab juga telah menyiapkan program beasiswa, bagi mahasiswa yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Bahkan, bantuan perlengkapan personal seperti seragam, buku, tas, hingga sepatu turut disiapkan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Kepedulian yang tinggi di sektor pendidikan ini, berakar dari pengalaman pribadi sang kepala daerah. Di hadapan para guru dan siswa, bupati mengenang masa mudanya saat harus berjuang menempuh pendidikan jauh dari Muara Teweh menuju Palangka Raya, Banjarmasin, hingga Malang. Sulitnya akses transportasi pada masa lalu, justru menjadi pelecut semangatnya saat ini, untuk mempermudah akses pendidikan dan pelayanan publik bagi generasi penerus Barito Utara.
Sejalan dengan peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM), Pemkab Barito Utara juga memacu pembangunan infrastruktur fisik, guna membuka isolasi antarwilayah. Proyek jalan dan jembatan strategis, seperti Jembatan Tumpung Laung di Kecamatan Montallat dan pembukaan akses di Kecamatan Lahei, terus dikebut. Pemkab menargetkan, seluruh kecamatan dapat terhubung jalur darat secara optimal pada 2028–2029 demi memangkas drastis waktu tempuh masyarakat.
Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah tengah berupaya keras menaikkan status RSUD Muara Teweh dari tipe C menjadi tipe B. Guna merealisasikan target tersebut, ketersediaan dokter spesialis akan ditingkatkan secara bertahap dari 18 orang menjadi 30 orang.
Menutup arahannya, bupati mengapresiasi, kucuran program revitalisasi sekolah dari kementerian dan BPMP Kalteng. Ia menginstruksikan, Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan yang presisi, agar seluruh bantuan sarana prasarana sekolah benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.
“Kita tidak hanya ingin memiliki bangunan fisik sekolah yang megah, tetapi juga ingin melihat kualitas guru yang meningkat, siswa yang berprestasi, serta akses pendidikan yang merata. Mari bergandengan tangan mewujudkan Barito Utara yang lebih maju dan sejahtera,” ajaknya.
Sebagai penutup, Shalahuddin meminta seluruh aparatur pemerintah, mulai dari kepala perangkat daerah, camat, kepala sekolah, hingga tenaga pendidik untuk memegang teguh prinsip kerja ikhlas, cerdas, keras, dan cepat. Etos kerja ini, dinilai mutlak diperlukan guna mengawal 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas daerah, demi masa depan Barito Utara yang lebih cerah. (ren/ko)






