Warga Sempat Mendengar Dentuman Keras Sehari Sebelumnya
SAMPIT, Kaltengonline.com – Penemuan puing logam berukuran besar di perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Jalan Jenderal Sudirman Km 26, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengundang perhatian warga. Benda tersebut diduga berkaitan dengan komponen roket, tetapi asal-usulnya belum dipastikan.
Puing itu ditemukan karyawan di jalan collection road Blok G 38/39 Sungai Lenggana Estate, Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Senin (19/10) sekitar pukul 07.00 WIB. Bentuknya menyerupai lembaran logam melengkung dengan kabel yang masih menempel.
Berdasarkan keterangan pekerja, ukurannya diperkirakan mencapai 4 x 3 meter dengan bobot sekitar 100 kilogram. Karman, salah seorang pekerja, mengatakan sekitar 20 orang diperlukan untuk menarik benda tersebut.
“Bahannya full besi dan ada kabelnya,” ujarnya.
Pada permukaan puing terlihat bagian yang diduga bekas terbakar serta kode yang menyerupai penanda produksi. Informasi yang beredar menyebut kode 2ZQE31-20-15 dan nomor seri 240256KY diduga berkaitan dengan roket Zhuque-2E (ZQ-2E) milik Tiongkok. Namun, dugaan itu belum terkonfirmasi secara resmi.
Penemuan tersebut juga dikaitkan dengan dentuman keras yang terdengar di sejumlah wilayah Kotim pada Minggu (18/10) sekitar pukul 17.39 WIB. Sejumlah warga melaporkan suara mirip guntur disertai getaran pada bagian rumah.
“Saya kira guntur, namun suaranya agak berbeda. Kaca, dek, dan seng rumah juga bergetar,” kata Saprudin, warga Sampit.
Meski demikian, hubungan antara dentuman dan puing logam tersebut belum dapat dipastikan. Kepala Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, mengatakan informasi mengenai dentuman masih didalami.
Prakirawan BMKG Kotim, Ibnu Hasan Ali, S.Tr.Met., juga menyebut pihaknya masih melakukan penelusuran dan analisis untuk memastikan sumber suara serta kemungkinan benda tersebut merupakan meteor atau sampah antariksa (space debris).
Sementara itu, TNI Angkatan Udara berencana mengawal pemindahan puing menuju Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Danpos AU Sampit, Lettu Febri, mengatakan proses pemindahan masih menunggu truk dari Kodim dan pengawalan dari Lanud Iskandar.
Hingga kini, identitas dan asal-usul puing tersebut masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. (ko)






