PANGKALAN BUN, kaltengonline.com — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kembali meningkat di tengah aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan Kobar mencatat 506 kasus pada minggu epidemiologi ke-40 tahun 2026, naik 32,5 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 382 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, menyebut tren ISPA sepanjang 2026 mengalami fluktuasi. Kasus meningkat dari 335 pada minggu ke-28 menjadi 457 pada minggu ke-29, lalu mencapai puncak 566 kasus pada minggu ke-31. Setelah sempat turun, jumlah kasus kembali melonjak pada minggu ke-40.
Peningkatan ISPA di tengah karhutla menjadi perhatian karena paparan asap dan partikel pembakaran berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Namun, data tersebut belum cukup untuk memastikan karhutla sebagai penyebab langsung seluruh kasus. Faktor kualitas udara, cuaca, dan penularan infeksi juga perlu diperhatikan.
Selain ISPA, kasus pneumonia meningkat dari 25 menjadi 30 kasus, sedangkan influenza-like illness (ILI) naik dari 5 menjadi 16 kasus. Sebaliknya, kasus diare akut turun dari 107 menjadi 102 kasus pada periode yang sama.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah. Anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus. Warga yang mengalami sesak napas atau keluhan memburuk disarankan segera mencari pertolongan medis. (bob)






