Mukhtarudin Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke Desa di Kobar dan Kotim

oleh
oleh

Pangkalan Bun, Kaltengonline.com — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Drs. H. Mukhtarudin, menyalurkan bantuan air bersih bagi warga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. Bantuan ini juga diberikan di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menambah kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.

Perwakilan Menteri Mukhtarudin, Algifari Dirham Putra, mengatakan bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di desa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Setiap desa menerima bantuan sebanyak 5.000 liter dalam satu kali pengiriman.

Salah satu lokasi penyaluran berada di Desa Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat. Bantuan air bersih tersebut disalurkan pada Rabu malam, 21 Oktober 2026, untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Penyaluran bantuan juga menjangkau Desa Bagendang Hilir, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Dengan pengiriman tersebut, bantuan air bersih diberikan kepada masyarakat di dua kabupaten yang menghadapi persoalan ketersediaan air selama musim kemarau.

Algifari mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Mukhtarudin terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Air bersih dibutuhkan warga untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari memasak, minum, hingga menjaga kebersihan.

Di tengah kemarau panjang, berkurangnya ketersediaan air dapat menambah beban warga, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai mengering. Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih menjadi salah satu langkah sementara untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah juga menjadi perhatian karena penanganannya membutuhkan dukungan berbagai pihak. Bantuan air bersih bagi warga menjadi bagian dari upaya meringankan dampak kondisi lingkungan terhadap kehidupan masyarakat.

Setiap desa menerima 5.000 liter air dalam satu kali pengiriman. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar selama pasokan air masih terbatas.

Penyaluran ke Sekonyer dan Bagendang Hilir menunjukkan bahwa bantuan menjangkau masyarakat di Kobar dan Kotim. Namun, pemenuhan kebutuhan air bersih dalam jangka panjang tetap memerlukan ketersediaan sumber air yang memadai serta dukungan sarana distribusi yang dapat diandalkan.

Melalui bantuan ini, Mukhtarudin berharap masyarakat yang terdampak kekeringan dapat terbantu. Di tengah kemarau panjang dan karhutla, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian bersama. (bob/ko)