PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya berencana menambah dua armada bus oksigen keliling untuk memperluas pelayanan kepada masyarakat. Penambahan tersebut masih mempertimbangkan respons warga terhadap layanan yang saat ini beroperasi.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, saat ini terdapat dua bus oksigen keliling yang melayani masyarakat. Pemko akan mengevaluasi efektivitas layanan sebelum menambah armada baru.
“Dari hasil tadi kita berjalan, masih ada permintaan-permintaan. Nah, kami masih berinisiatif akan menambah busnya lagi,” ujarnya, Selasa (20/10).
Fairid menjelaskan, penambahan armada akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pemko terlebih dahulu ingin melihat antusiasme warga serta manfaat layanan tersebut sebelum memutuskan kelanjutan program.
“Kita siapkan sesuai dengan kebutuhan permintaan, supply and demand. Kita lihat itu. Kita coba rumah oksigen supaya lebih maksimal lagi, coba mobile lagi,” jelasnya.
Saat ini, bus oksigen keliling telah beroperasi di sejumlah titik, di antaranya Jalan G. Obos, kawasan Pasar Mini, Gereja Garuda, dan Temanggung Tilung. Penempatan tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mengakses layanan oksigen tanpa harus datang ke satu lokasi tertentu.
Terkait ketersediaan oksigen, Fairid menyebut Pemko telah melakukan koordinasi sejak jauh hari untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Dukungan dari sejumlah pihak juga membantu menjaga ketersediaan pasokan.
“Dari awal kita sudah berkoordinasi untuk oksigen. Jadi, sampai dengan saat ini, oksigen kebetulan juga masih banyak pihak-pihak yang membantu. Kemarin juga ada dari OJK dan Bank Indonesia, macam-macam,” ungkapnya.
Ia berharap pasokan oksigen untuk masyarakat Kota Palangka Raya tetap mencukupi sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik. Adapun masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan bus oksigen keliling dapat mendatangi lokasi sesuai jadwal yang diumumkan Dinas Kesehatan maupun Pemko Palangka Raya.
Mengenai waktu penambahan dua armada berikutnya, Fairid menyebut pelaksanaannya masih menunggu kesiapan Dinas Kesehatan. “Belum. Kita kan baru lihat animo masyarakat. Nah, dalam waktu secepatnya,” pungkasnya. (afa/ans/ko)






