134 Jemaah Umrah Kalteng Tertunda Pulang Imbas Situasi Timur Tengah

oleh
H Alpiansah
H Alpiansah

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Sebanyak 134 jemaah umrah asal Kalimantan Tengah mengalami penundaan kepulangan ke Tanah Air imbas memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Data tersebut diperoleh Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah, meskipun jumlah pasti jemaah asal Barito Utara masih belum diketahui pasti.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah  Kemenag Barito Utara, H Alpiansah, mengaku hingga saat ini belum menerima laporan detail dari agen travel terkait jumlah jemaah asal daerahnya yang terdampak.

“Pihak agen tidak memberikan laporan jumlah jemaah yang mereka berangkatkan. Jadi kami masih belum mengetahui pasti berapa jemaah asal Barito Utara yang tertunda kepulangannya,” ujar Alpiansah saat ditemui oleh Kalteng Pos di kantornya, Rabu (4/3).

Ia menjelaskan, situasi berbeda dialami jemaah tergantung jenis penerbangannya. Jemaah yang menggunakan penerbangan langsung (direct) dipastikan lebih aman dan dapat segera kembali ke Indonesia. Sebaliknya, jemaah yang menggunakan sistem transit berpotensi menghadapi kendala, mengingat kondisi di sektor penerbangan Timur Tengah sedang tidak kondusif.

“Kalau satu jalur (direct) insyaallah aman. Tapi yang pakai transit ke bandara-bandara yang ada di Timur Tengah, itu yang perlu diwaspadai karena situasi di sana sedang tidak kondusif,” terangnya.

Baca Juga:  Bupati Shalahuddin Gelar Tarawih Berjemaah di Rujab, Perkuat Silaturahmi dan Keteladanan

Alpiansah mengimbau para agen travel untuk lebih proaktif melaporkan data jemaah yang diberangkatkan. Menurutnya, transparansi data penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dan memudahkan koordinasi jika terjadi keadaan darurat seperti saat ini.

“Ke depan, agen harus rutin melaporkan total jemaah yang diberangkatkan. Ini untuk meminimalisir kebingungan saat ada masalah, sekaligus mencari solusi terbaik bersama,” imbuhnya.

Menyampaikan arahan Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah, Alpiansah menegaskan bahwa seluruh jemaah yang tertunda kepulangannya dalam kondisi baik dan aman. Ia juga meminta para jemaah untuk tetap fokus beribadah sembari terus menjalin komunikasi dengan pihak agen travel.

Secara pribadi ia juga menyampaikan arahan untuk para jemaah untuk tetap menahan diri hingga situasi dinilai sudah terjamin keamanannya.

“Jemaah diminta untuk menahan diri. Jangan memaksakan pulang jika situasi belum benar-benar aman. Lebih baik bersabar daripada justru mendapat mudarat di perjalanan. Keselamatan adalah yang utama,” pungkasnya. (ren/ans/ko)