SAMPIT, Kaltengonline.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus diperluas hingga menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerintah daerah memastikan layanan pemenuhan gizi tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menyasar daerah pelosok.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Umar Kaderi, mengatakan pengembangan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini mulai diarahkan ke wilayah pedalaman.
“Tidak hanya di kota, Kotim juga memiliki sebaran SPPG di wilayah 3T, yakni di Kecamatan Antang Kalang dan Telaga Antang. Saat ini satu SPPG 3T juga sedang dalam tahap pembangunan di Desa Tumbang Ramei, Kecamatan Antang Kalang,” ujar Umar Kaderi, Senin (9/3).
Saat ini terdapat empat SPPG yang telah beroperasi di Kotim dan melayani ribuan penerima manfaat. Fasilitas tersebut memberikan layanan makanan bergizi bagi berbagai kelompok, mulai dari siswa sekolah, santri pondok pesantren, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga kelompok rentan.
Empat SPPG yang telah aktif tersebut berada di Kelurahan Mentawa Baru Hilir dan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kemudian di Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, serta di Kelurahan Parenggean, Kecamatan Parenggean.
“Saat ini dua SPPG lainnya juga tengah dipersiapkan untuk segera beroperasi, yakni SPPG Baamang Barat serta SPPG Cempaga Hulu di Desa Pelantaran yang merupakan bagian dari program SPPG Polri,” sampai Umar Kaderi.
Menurutnya Berdasarkan data hingga 24 Februari 2026, empat SPPG yang telah beroperasi tersebut telah melayani lebih dari 11.000 penerima manfaat. Program ini menyasar siswa sekolah, santri pondok pesantren, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Adapun rincian penerima manfaat di masing-masing lokasi, yakni SPPG Mentawa Baru Hilir melayani 3.430 orang, Mentawa Baru Hulu sebanyak 2.866 orang, Baamang Barat 2.498 orang, dan Parenggean sebanyak 2.561 orang.
“Program MBG ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan. Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan dapat menunjang kesehatan, pertumbuhan, serta meningkatkan konsentrasi belajar para pelajar,” ucap Umar Kaderi.
Dalam pelaksanaannya, program ini juga melibatkan partisipasi masyarakat lokal. Sebanyak 177 relawan dari berbagai wilayah turut dilibatkan untuk membantu operasional di setiap SPPG.
Selain itu, berbagai pemasok bahan pangan lokal juga dilibatkan dalam penyediaan kebutuhan dapur, seperti ayam, ikan, sayuran, buah-buahan, telur, tahu, tempe, susu, hingga kebutuhan gas untuk memasak.
Tidak hanya itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal juga berpartisipasi dengan menyediakan produk seperti roti, kue, dan makanan tambahan lainnya untuk melengkapi menu bergizi bagi para penerima manfaat.
Pemerintah Kabupaten Kotim berharap program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan berbagai pelaku usaha di daerah.
“Kami berharap program MBG di Kotim dapat menjadi program strategis yang tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Ke depan, kami berharap seluruh penerima manfaat di Kotim bisa terlayani oleh program ini,” pungkasnya.(bah/ko)







