DPRD Kalteng Dorong Sistem Pengelolaan Sampah Modern dan Terintegrasi

oleh
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana Razak ketika membacakan suara masyarakat di podium dalam rapat dewan, belum lama ini.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana Razak ketika membacakan suara masyarakat di podium dalam rapat dewan, belum lama ini.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Meningkatnya jumlah penduduk di kawasan perkotaan dinilai harus diimbangi dengan pembenahan sistem pengelolaan sampah yang lebih maju. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana, menilai kondisi tersebut menuntut penerapan sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, serta mampu bekerja lebih efektif.

“Kepadatan penduduk yang semakin tinggi membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan efisien. Hal ini penting untuk mengatasi persoalan lingkungan yang semakin kompleks,” ujar Okki, baru-baru ini.

Politikus Partai Golkar dari daerah pemilihan III itu menjelaskan bahwa pengelolaan sampah idealnya dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap awal hingga akhir. “Pengelolaan sampah yang baik harus dilakukan secara terpadu. Tidak hanya sekadar dikumpulkan dan dibuang tetapi juga dipilah, diolah dan didaur ulang agar dampaknya terhadap lingkungan bisa diminimalkan,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Kalteng Pantau Penataan Ulang RKAB Zirkon

Ia mendorong pemerintah daerah, khususnya di kota-kota besar di Kalimantan Tengah, untuk mulai menyiapkan langkah strategis jangka panjang dengan memanfaatkan teknologi modern dalam pengelolaan sampah. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Kota-kota besar di Kalteng perlu memikirkan solusi jangka panjang dengan melibatkan teknologi modern dalam pengelolaan sampah,” tegasnya.

Selain dukungan teknologi, Okki menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sistem pengelolaan sampah. Ia menilai edukasi kepada masyarakat, terutama terkait pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga, menjadi langkah awal untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Edukasi kepada masyarakat tentang pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sangat penting agar tercipta kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik,” pungkasnya. (afa/ko)