KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Anggota DPRD Kapuas dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Sutarno, menerima sejumlah aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses di wilayah Kecamatan Kapuas Kuala dan Tamban Catur. Usulan yang mengemuka didominasi kebutuhan infrastruktur dasar hingga bantuan perbaikan rumah warga.
Di Desa Pematang, Kecamatan Kapuas Kuala, masyarakat mengusulkan pembangunan jalan desa yang menghubungkan RT 04 hingga RT 07. Jalan tersebut dinilai sangat vital karena menjadi akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian.
“Warga berharap jalan ini bisa segera dibangun agar mobilitas lebih lancar dan ekonomi masyarakat ikut terdongkrak,” ujar Sutarno.
Selain itu, aspirasi juga datang dari warga Desa Tamban Baru Timur, Kecamatan Tamban Catur. Masyarakat mengusulkan bantuan bedah rumah sebanyak 10 unit yang tersebar di beberapa RT, mulai RT 01 hingga RT 07.
Menurut Sutarno, program bedah rumah atau rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang kondisi tempat tinggalnya masih memprihatinkan. Ia menilai, perhatian pemerintah sangat diperlukan agar masyarakat dapat tinggal dengan lebih aman dan layak.
“Ini kebutuhan dasar masyarakat. Kita akan perjuangkan agar usulan ini bisa masuk program prioritas pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, peningkatan infrastruktur dan kualitas hunian merupakan bagian penting dalam upaya pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Dengan akses yang lebih baik dan tempat tinggal yang layak, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Sutarno menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sangat diperlukan agar setiap usulan masyarakat bisa direalisasikan secara efektif. Menurutnya, perencanaan yang matang dan penganggaran yang tepat sasaran akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
Sutarno menambahkan, seluruh aspirasi yang diserap saat reses akan dibawa ke pembahasan di DPRD bersama pemerintah daerah. Ia berkomitmen untuk mengawal usulan tersebut agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
“Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat. Harapannya, apa yang disampaikan bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (art/ko)

