Antisipasi Karhutla, Pemkab Kotim Resmikan Redkar di Dua Kecamatan

oleh
oleh
Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor mengalungkan tanda anggota kepada Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) saat peresmian di halaman Kantor Bupati Kotim, Senin (1/6).
Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor mengalungkan tanda anggota kepada Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) saat peresmian di halaman Kantor Bupati Kotim, Senin (1/6).

SAMPIT, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya melalui peresmian Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU) dan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Senin (1/6).

Bupati Kotim H. Halikinnor mengatakan keberadaan Redkar menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan kebakaran daerah. Luas wilayah Kotim dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi menuntut kesiapsiagaan dan respons yang lebih cepat saat terjadi kebakaran.

“Redkar merupakan mitra strategis pemerintah sekaligus garda terdepan dalam melakukan tindakan awal ketika terjadi kebakaran, baik di permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Menurut Halikinnor, pembentukan Redkar merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas penanganan darurat hingga ke tingkat masyarakat. Kehadiran relawan diharapkan mampu mempercepat penanganan awal sekaligus memperkuat sinergi antara warga, pemerintah daerah, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat).

Baca Juga:  Kelola Keuangan Daerah dengan Baik, Pemkab Kotim 12 Kali Beruntun Raih Opini WTP

Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci menekan dampak kebakaran. Dengan adanya relawan yang tersebar di berbagai wilayah, potensi kebakaran dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Halikinnor juga mengapresiasi para relawan yang selama ini bergerak secara swadaya membantu penanganan kebakaran di sejumlah wilayah, khususnya di Kota Sampit. Meski dengan peralatan terbatas, mereka kerap menjadi pihak pertama yang turun ke lokasi sebelum petugas damkar tiba.

“Peran relawan sangat membantu, baik dalam penanganan kebakaran permukiman maupun saat menghadapi karhutla. Semangat kemanusiaan dan gotong royong yang mereka tunjukkan menjadi kekuatan besar dalam menjaga keselamatan masyarakat,” katanya.

Pemerintah daerah berharap keberadaan Redkar semakin memperkuat upaya pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan kebakaran di seluruh wilayah Kotim, terutama menjelang puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla. (bah/ko)