Fairid Naparin Minta Warga Jujur saat Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Tentukan Arah Kebijakan

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengunjungi RPH Kelurahan Kalampangan, belum lama ini.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengunjungi RPH Kelurahan Kalampangan, belum lama ini.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengajak masyarakat untuk memberikan data yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) mulai Mei hingga Juli 2026. Ia mengatakan data yang akurat menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Fairid menegaskan, masyarakat tidak perlu ragu maupun takut untuk memberikan informasi kepada petugas sensus karena kegiatan tersebut merupakan program resmi pemerintah yang dilaksanakan oleh BPS.

“Disampaikan kepada masyarakat untuk bisa memberikan data yang real. Jadi ini bukan untuk kepentingan golongan dan lain hal. Kalau kita mengada-ngada yang rugi nanti daerah juga,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (3/6).

Ia menjelaskan, data yang diberikan masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap gambaran kondisi ekonomi daerah. Karena itu, informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya agar hasil pendataan dapat digunakan secara tepat.

Baca Juga:  Palangka Raya Perkuat Komitmen Jadi Kota Percontohan Antikorupsi 2026

Fairid mengungkapkan terkait kekhawatiran sebagian masyarakat terkait keamanan data pribadi. Namun ia memastikan seluruh data yang dihimpun BPS dijamin kerahasiaannya dan digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau terkait keamanan data, masyarakat tidak perlu takut. Aman lah. Sensus itu dilakukan oleh BPS. Kalau ini dari BPS resmi, artinya memang milik negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai pembaruan data secara berkala sangat penting untuk menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait program pemerintah yang dinilai belum tepat sasaran.

Ia menekankan bahwa seluruh jenis data memiliki peran penting, tidak hanya data sensus ekonomi. Dengan data yang valid dan terkini, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya.

“Dengan data yang update itu bisa menjadi bahan evaluasi untuk pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan yang tepat, sesuai kebutuhan dan kondisi yang sebenarnya,” pungkas Fairid. (afa/ans/ko)