MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Di tengah maraknya kuliner modern yang digemari generasi muda, Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Barito Utara justru menggelar Lomba Mangenta dalam rangkaian Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan (FBIMBT) 2026 di kawasan Eks Bandara Beringin, Kamis (25/6). Perlombaan ini bukan sekadar ajang memasak, melainkan upaya strategis menyelamatkan makanan tradisional berbahan dasar padi ketan.
Mangenta merupakan proses pembuatan Kenta, kuliner khas suku Dayak yang terbuat dari padi ketan melalui tahapan menyangrai, menumbuk, mengukus, hingga penyajian dengan parutan kelapa muda. Di masa lalu, Kenta kerap menjadi teman minum teh maupun bekal masyarakat saat bekerja di sawah. Sekretaris Disbudparpora Barito Utara, Hj. Herni Susanti, SE, M.A.P., menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan memunculkan kembali makanan tradisional tersebut agar dikenal oleh masyarakat luas, termasuk menjadi oleh-oleh khas Barito Utara.
“Kami mau memunculkan Kenta sebagai salah satu kuliner khas untuk nanti bisa jadi dikenal oleh orang luar, karena sebagian besar makanan tradisional ini menurutnya sudah jarang ditemui,” ujarnya.
Lomba yang diikuti lima dari sembilan Kecamatan di Barito Utara ini menonjolkan kreativitas dan inovasi peserta sebagai faktor penentu kemenangan. Para peserta tidak hanya dituntut mengolah Kenta, tetapi juga mengeksplorasi berbagai varian rasa dan teknik penyajian. Herni memaparkan bahwa Kenta yang dihasilkan dari padi ketan bisa di kreasikan menjadi olahan dodol karena teksturnya yang lembut dan tergantung bagaimana pengolahan diawal.
“Kreativitas dan inovasinya luar biasa. Ada yang diseduh air panas agar lunak, ada yang direndam air kelapa, dll. Mereka juga bermain di teknik dan penyajian,” tambahnya.
Penjurian dilakukan secara komprehensif, tidak hanya menilai cita rasa akhir, tetapi juga seluruh proses dari hulu ke hilir. Herni menjelaskan bahwa dewan juri menilai mulai dari teknik awal pengolahan padi hingga menjadi Kenta, cara pembuatan, hingga penyajian.
“Kami minta teknik awal Kenta itu mulai dari padinya, gimana caranya sampai menjadi Kenta, terus cara pengolahannya bagaimana, penyajiannya,” jelasnya. Meskipun varian rasa hampir seragam, perbedaan signifikan terletak pada tahap awal pembuatan yang menjadi pembeda antara juara dan peserta lainnya.
Berikut daftar juara Perlombaan Mangenta FBIMBT 2026: Juara 1 Kecamatan Teweh Baru, Juara 2 Kecamatan Teweh Tengah, Juara 3 Kecamatan Teweh Timur, Juara 4 Kecamatan Gunung Purei, dan Juara 5 Kecamatan Lahei. Herni berharap para pemenang dari tingkat kabupaten dapat terus berprestasi hingga ke tingkat provinsi, menjadikan Mangenta sebagai kebanggaan kuliner Barito Utara yang mendunia. (ren/nue/ko)







