Rektor UPR Serukan Pemerataan Pendidikan Tinggi demi Indonesia Emas 2045

oleh
oleh
Foto Rektor UPR Bersama Menteri Diktisaintek, Kepala Brin (Baju Putih) dan Robongan dari UPR

JAKARTA, kaltengonline.com – Universitas Palangka Raya (UPR) mendorong pemerataan pembangunan pendidikan tinggi sebagai salah satu kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut disampaikan dalam Sarasehan Kebangsaan bertema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia yang digelar pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta.

Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., memimpin langsung delegasi UPR yang terdiri atas jajaran wakil rektor, dekan, wakil dekan, hingga guru besar. Forum yang diikuti pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia itu menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dalam merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, UPR menyampaikan gagasan bertajuk “Mewujudkan Keadilan Pembangunan Pendidikan Tinggi untuk Indonesia Emas 2045”. Gagasan tersebut menyoroti pentingnya kebijakan afirmatif guna mengurangi kesenjangan pembangunan antara perguruan tinggi negeri di Pulau Jawa dan perguruan tinggi di luar Pulau Jawa.

Rektor UPR Prof. Salampak menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya bergantung pada kemajuan perguruan tinggi di wilayah tertentu, tetapi harus didukung pemerataan kualitas pendidikan tinggi di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Menang Aklamasi di Musda XI, Nurhidayah Pimpin Golkar Kobar

Menurutnya, perguruan tinggi di daerah masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan jumlah dan kualitas dosen, infrastruktur riset, laboratorium, fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, hingga dukungan pendanaan.

“Kondisi tersebut memerlukan kebijakan afirmatif agar seluruh perguruan tinggi memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan mutu dan daya saing,” ujarnya.

UPR juga mendorong pemerintah memperkuat skema pendanaan yang lebih berkeadilan, mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan dan riset di daerah, meningkatkan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, menyempurnakan sistem akreditasi yang lebih adaptif, serta mengembangkan pusat-pusat unggulan sesuai potensi strategis masing-masing wilayah.

Prof. Salampak menilai penguatan perguruan tinggi di luar Pulau Jawa merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa. Selain mencetak sumber daya manusia unggul, perguruan tinggi daerah juga berperan mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis potensi lokal serta mendorong pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam Sarasehan Kebangsaan tersebut, Universitas Palangka Raya berharap dapat memperkuat kontribusinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045.(bud)