Pemko Palangka Raya Koordinasi dengan Kemenag Tangani MTs Darul Ulum yang Terbakar

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya meninjau ruangan kelas MTs Darul Ulum yang terbakar hangus pada lantai dua, Jalan Dr. Murjani, Gang Sari, Selasa (14/7).
Wali Kota Palangka Raya meninjau ruangan kelas MTs Darul Ulum yang terbakar hangus pada lantai dua, Jalan Dr. Murjani, Gang Sari, Selasa (14/7).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memastikan akan berhatihati dalam menangani kerusakan bangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum yang ikut terdampak kebakaran hebat di Gang Sari, Jalan Dr. Murjani, Minggu (12/7).

Langkah tersebut dilakukan karena bangunan sekolah yang terbakar sebagian itu diketahui baru selesai direhabilitasi sekitar dua bulan lalu dan masih dalam proses administrasi serta audit.

Hal itu disampaikan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, usai meninjau lokasi kebakaran pada Selasa (14/7).

Fairid mengatakan, Pemko telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya untuk menentukan langkah penanganan yang dapat dilakukan tanpa menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.

“Kalau untuk sekolah tadi juga sudah kami bahas. Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama. Nanti akan dilihat mana yang bisa ditangani oleh Kemenag dan mana yang tidak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kemenag Kota Palangka Raya, bangunan MTs Darul Ulum baru selesai direhabilitasi sekitar dua bulan lalu sehingga proses administrasi dan audit pekerjaan belum rampung. Karena itu, pemerintah harus memastikan setiap langkah bantuan tidak berbenturan dengan aturan yang berlaku.

“Jangan sampai niat kita membantu justru menjadi masalah. Bangunan ini baru direhabilitasi dua bulan lalu, belum diaudit, kemudian sudah terjadi kebakaran. Kalau kita langsung melakukan perbaikan, sementara pekerjaan sebelumnya belum diaudit, tentu harus hati-hati,” katanya.

Meski demikian, Fairid menegaskan Pemko tetap berkomitmen membantu pemulihan fasilitas pendidikan tersebut. Ia telah meminta dinas terkait untuk terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama. Apabila terdapat bagian yang tidak dapat ditangani oleh Kemenag, Pemko akan mengupayakan bantuan sesuai kemampuan daerah, termasuk melalui pola subsidi silang.

“Hari ini baru MPLS dan masih berlangsung beberapa hari. Kami sudah berbicara dengan Ketua Yayasan Pondok Darul Ulum. Sebagian daring, kami akan mengupayakan agar proses belajar bisa kembali berjalan normal secepat mungkin,” tuturnya.

Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Minggu (12/7) sekitar pukul 13.10 WIB menghanguskan puluhan bangunan berbahan kayu, termasuk sebagian bangunan MTs Darul Ulum.

Musibah tersebut mengakibatkan 46 kepala keluarga (KK) atau 132 jiwa terdampak, dengan total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Fairid menyebut angka tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring proses pendataan yang dilakukan pemerintah bersama instansi terkait. (afa/ala/ko)