DPRD Kotim Nilai ASN Belum Maksimal Dalam Penempatan Sesuai Keahlian

oleh
oleh
Ilustrasi ASN
Ilustrasi ASN

SAMPIT, Kaltengonline.com – Kritik yang dilontarlan Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda yang menilai budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) masih sebatas rutinitas mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), SP Lumban Gaol. 

Menurutnya statment tersebut ada benarnya. Namun, persoalan kinerja ASN tidak hanya dipengaruhi oleh individu, tetapi juga kebijakan penempatan pegawai yang belum sepenuhnya sesuai kompetensi. 

“Perlu kita ingat juga bahwa kerap kali pemerintah daerah khususnya di daerah kita ini masih belum memberdayakan ASN-nya dengan maksimal sesuai dengan keahlian dan kemampuan personal,” ujarnya saat dikonfirmasi Kaltengpos.jawapos.com, Kamis (16/7/2026). 

Ia menilai masih banyak aparatur yang belum diberdayakan secara optimal berdasarkan latar belakang pendidikan, keahlian, maupun kemampuan yang dimiliki. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada belum maksimalnya performa organisasi perangkat daerah.

“Masih sering terlihat kemampuan seseorang kurang dimanfaatkan sebagai langkah meningkatkan performa sesuai basic yang dimiliki atau masih belum menempatkan seseorang di tempat yang sesuai dengan bidangnya,” katanya. 

Menurutnya, peningkatan kualitas birokrasi harus diawali dengan sistem penempatan pegawai yang mengedepankan kompetensi. ASN yang bekerja sesuai bidangnya dinilai akan lebih produktif sekaligus memiliki motivasi untuk meningkatkan kinerja.

Karena itu, ia mendorong kepala daerah agar membuka kesempatan yang sama bagi seluruh ASN untuk menduduki jabatan berdasarkan kemampuan, bukan pertimbangan di luar kompetensi.

“Kami mendorong kepala daerah agar memberikan peluang terbuka bagi setiap orang menduduki jabatan berdasarkan kemampuan masing-masing. Sehingga setiap orang bisa dengan tekun bekerja karena akan ada reward karier yang terbuka berdasarkan kemampuan personal,” ujarnya.

Ia meyakini sistem yang memberi ruang bagi ASN berprestasi akan menciptakan persaingan sehat di lingkungan birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, secara penilaian, ASN di Kotim saat ini belum maksimal. 

“Belum (bagus kinerjanya),” imbuhnya. (*/ko)