Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meluas di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memunculkan kekhawatiran terhadap meningkatnya risiko gangguan kesehatan masyarakat, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Meski kualitas udara saat ini masih tergolong baik, pemerintah mengingatkan kondisi tersebut dapat berubah apabila jumlah titik kebakaran terus bertambah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat, Syahyani, melalui Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda, Novia Astriana, mengatakan hasil pemantauan kualitas udara terbaru masih menunjukkan kondisi aman bagi masyarakat.
“Berdasarkan hasil pemantauan, kualitas udara di Kotawaringin Barat masih berada dalam kategori baik. Namun kondisi ini tetap harus diwaspadai karena dapat berubah apabila kebakaran hutan dan lahan terus meluas,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Data dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Kotawaringin Barat berada di angka 18 berdasarkan parameter nitrogen dioksida (NO₂). Nilai tersebut masih termasuk kategori baik karena berada pada rentang 0–50.
Menurut Novia, kualitas udara pada kategori tersebut belum memberikan dampak negatif terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan. Namun, asap akibat kebakaran lahan berpotensi menyebabkan penurunan kualitas udara dalam waktu singkat apabila titik api terus bertambah.







