DPRD Palangka Raya Ajak Warga Gotong Royong Bantu Korban Kebakaran Murjani

oleh
oleh
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Sudarto menyerahkan bantuan kepada salah seorang korban kebakaran di Gang Sari 45, Jalan Murjani, Jumat (17/7).
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Sudarto menyerahkan bantuan kepada salah seorang korban kebakaran di Gang Sari 45, Jalan Murjani, Jumat (17/7).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Musibah kebakaran yang menghanguskan permukiman di Gang Sari 45, Jalan Murjani, menggugah kepedulian berbagai pihak. DPRD Kota Palangka Raya mengajak seluruh masyarakat memperkuat semangat gotong royong dengan membantu warga terdampak agar dapat segera bangkit dari musibah.

Ajakan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Sudarto, saat menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran bersama Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, Jumat (17/7).

Sudarto mengatakan, para korban tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga harta benda serta harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah proses pemulihan. Karena itu, dukungan masyarakat dinilai menjadi penyemangat sekaligus membantu meringankan beban para penyintas.

“Kami berharap masyarakat Kota Palangka Raya ikut menunjukkan kepedulian dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tidak harus bernilai besar. Kontribusi berupa bahan kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, maupun bentuk bantuan lainnya akan sangat berarti bagi korban.

“Kalau bisa, bantuan juga disalurkan ke sini agar dapat membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan pascakebakaran,” katanya.

Sudarto menilai semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia harus terus dipelihara, terutama ketika ada warga yang tertimpa musibah. Kepedulian dari berbagai elemen masyarakat diyakini dapat mempercepat proses pemulihan sekaligus memberikan dukungan moral bagi para korban.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan memasuki musim kemarau karena risiko kebakaran cenderung meningkat. Warga diminta memastikan kompor telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah, memeriksa instalasi listrik secara berkala, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Menghadapi musim kemarau seperti sekarang, masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap api dan berbagai hal yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, banyak kasus kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat disiplin menerapkan langkah-langkah antisipasi sederhana, seperti menggunakan instalasi listrik sesuai standar, memeriksa jaringan listrik secara rutin, dan tidak membakar sampah sembarangan.

“Hati-hati, rumah harus dijaga. Kemudian jaringan listrik juga perlu diperhatikan dan dipastikan dalam kondisi aman,” pungkasnya. (zia/ko)