SAMPIT, kaltengonline.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, meminta seluruh camat, lurah, dan kepala desa (kades) tetap siaga di wilayah masing-masing menyusul meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Halikinnor menilai pemerintah di tingkat wilayah harus menjadi garda terdepan dalam mencegah kebakaran meluas. Ia meminta patroli diperkuat, masyarakat terus diedukasi, dan setiap potensi titik api segera ditangani tanpa menunggu api membesar.
“Camat, lurah dan kepala desa, saya minta standby di wilayah masing-masing. Lakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama di daerah yang rawan terjadi karhutla,” kata Halikinnor, Senin (10/8/2026).
Kotim saat ini berstatus Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan sejak 30 Juli hingga 26 Agustus 2026. Dalam kondisi tersebut, Halikinnor meminta camat berkoordinasi dengan seluruh kades dan memastikan langkah pencegahan berjalan aktif di lapangan.
Ia mengingatkan bahaya kebakaran di lahan gambut yang cenderung sulit dipadamkan apabila terlambat ditangani. Karena itu, setiap kemunculan titik api harus segera dilaporkan dan dikoordinasikan dengan unsur penanggulangan karhutla untuk dilakukan pemadaman.
“Kalau ada titik api segera ditangani. Jangan sampai api kecil dibiarkan kemudian membesar. Apalagi jika kebakaran terjadi di lahan gambut, itu akan sangat sulit untuk dipadamkan,” tegasnya.
Halikinnor juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Menurutnya, cuaca kering meningkatkan risiko kebakaran, sementara kabut asap yang mulai muncul dapat mengganggu kesehatan, transportasi, pendidikan hingga perekonomian. Karena itu, pencegahan karhutla harus dilakukan bersama oleh pemerintah, Satgas Karhutla, dan masyarakat. (bud)







