SAMPIT, Kaltengonline.com – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati meminta seluruh personel Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tetap mengutamakan keselamatan diri saat menjalankan operasi pemadaman. Hal itu disampaikannya setelah turun langsung memantau penanganan karhutla di sejumlah titik yang dinilai memiliki kondisi cukup berbahaya, terutama kawasan gambut.
“Karena memang saya ditugaskan oleh bupati untuk turun ke lapangan langsung melihat sekaligus memastikan keselamatan dan kebutuhan personel Satgas Karhutla di lapangan terpenuhi. Paling tidak menyemangati teman-teman yang berada di lapangan,” kata Irawati, Selasa (11/8).
Ia mengapresiasi keberanian dan semangat petugas, tetapi mengingatkan agar personel tidak bekerja melampaui batas kemampuan fisiknya.
Irawati mengaku melihat langsung petugas berjibaku memadamkan api di tengah kepungan asap dan panas. Saat ikut turun ke lokasi, ia merasakan panas dari lapisan gambut serta kondisi tanah yang sewaktu-waktu dapat membuat seseorang terperosok.
“Saya melihat sendiri bagaimana mereka bekerja penuh semangat, tetapi tidak melihat bagaimana keselamatan mereka sendiri. Jadi saya juga mengingatkan, bagaimana kita bekerja tetapi juga memperhatikan keselamatan diri sendiri, karena kita punya keluarga di rumah yang menunggu,” ujarnya.
Risiko semakin besar ketika petugas memasuki area dengan asap pekat yang mengganggu jarak pandang sekaligus membuat pernapasan lebih berat. Meski alat pelindung diri (APD) telah disiapkan, penggunaannya di tengah kepulan asap juga menjadi tantangan karena petugas mengalami kesulitan bernapas.
“APD sebenarnya sudah ada, tetapi mereka bilang tidak bisa bernapas. Kalau di luar lokasi kebakaran memang masih bisa, tetapi kalau sudah masuk ke dalam itu sulit. Saya pun merasakannya karena setelah masuk dan terkena kepungan asap, tidak bisa bernapas,” tuturnya.
Karena itu, Irawati meminta pola kerja personel diatur secara bergantian sehingga petugas yang telah kelelahan dapat beristirahat dan memulihkan kondisi sebelum kembali diterjunkan ke titik api. Menurutnya, keselamatan personel harus menjadi prioritas karena operasi pemadaman karhutla membutuhkan tenaga besar dan kerap berlangsung dalam waktu panjang.
Selain keselamatan, Irawati menyoroti kebutuhan logistik bagi personel di lapangan, terutama makanan dan minuman untuk menjaga stamina setelah bekerja berjam-jam di tengah panas dan asap.
“Di lapangan ternyata mereka membutuhkan minuman yang bisa menyokong tenaga, yaitu minuman manis. Tentunya harus ada makanan, minuman atau buah-buahan yang menyokong mereka dalam bekerja,” katanya.
Irawati bahkan turun tangan mengantarkan minuman bagi personel yang bertugas, sementara pemeriksaan kesehatan anggota Satgas Karhutla juga telah dijadwalkan untuk memantau kondisi fisik mereka.
“Jangan sampai karena mengejar api, keselamatan dan kesehatan petugas justru terabaikan,” tegasnya.(ko)







